DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Puluhan anak dari sejumlah desa di Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (26/2/2026). Para korban mulai dilarikan ke fasilitas kesehatan sejak malam hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh media dialeksis.com, Jumat, 27 Februari 2026. Gejala awal muncul setelah anak-anak menyantap menu MBG yang dibagikan pada Kamis sore sekitar pukul 16.00 WIB. Saat berbuka puasa, mereka mengonsumsi makanan tersebut. Tak lama kemudian, sebagian anak mengeluhkan mual, pusing, muntah, hingga diare.
Mayoritas korban merupakan anak usia balita, PAUD, TK, dan siswa sekolah dasar. Beberapa warga dewasa juga dilaporkan mengalami keluhan serupa.
Sejak pukul 21.00 WIB, orang tua mulai membawa anak-anak mereka ke UPTD Puskesmas Simpang Mamplam. Hingga Jumat (27/2/2026) dini hari, pasien terus berdatangan. Ruang IGD dan rawat inap dipenuhi pasien, sementara halaman puskesmas dipadati warga yang menunggu penanganan.
Karena jumlah pasien terus bertambah, sebagian korban dirujuk ke Puskesmas Pandrah dan Jeunieb. Pasien dengan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut kemudian dirujuk ke RSUD dr Fauziah. Sejumlah ambulans tampak bersiaga di depan puskesmas untuk mempercepat proses rujukan.
Kepala UPTD Puskesmas Simpang Mamplam, Suryani SKM, menyampaikan bahwa hingga pukul 02.20 WIB tercatat 45 anak telah ditangani.
“Rata-rata anak datang dengan keluhan muntah dan mencret berdasarkan keterangan orang tua setelah mengonsumsi MBG. Semuanya langsung kami tangani, diinfus di IGD maupun ruang rawat inap. Ada juga yang setelah diinfus langsung kami rujuk,” ujarnya.
Ia menegaskan, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Pihak puskesmas telah mengambil sampel makanan untuk diuji.
“Untuk memastikan penyebabnya, sampel makanan sudah kami kirim untuk diperiksa di laboratorium,” jelasnya.
Adapun paket MBG yang dibagikan sore itu berisi empat butir bakso kering dalam plastik bening, kerupuk tempe, dua butir telur, tiga butir kurma, satu buah jeruk, tiga potong roti, satu bungkus jeli, serta satu kotak susu UHT berperisa ukuran 250 gram.
Sejumlah pihak menduga bakso menjadi sumber keracunan. Namun, hingga kini belum ada kepastian resmi. Pemerintah setempat masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab insiden tersebut. [nh]