Senin, 01 September 2025
Beranda / Berita / Aceh / Resmi Dilantik, Zulfikar Lidan Nahkodai HIPKA Aceh Periode 2024-2029

Resmi Dilantik, Zulfikar Lidan Nahkodai HIPKA Aceh Periode 2024-2029

Sabtu, 30 Agustus 2025 23:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Badan Pengurus Wilayah (BPW) Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Provinsi Aceh periode 2024–2029 resmi dilantik oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HIPKA, Sabtu, 30 Agustus 2025. Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com.


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Badan Pengurus Wilayah (BPW) Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Provinsi Aceh periode 2024-2029 resmi dilantik oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HIPKA, Sabtu, 30 Agustus 2025.

Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat ini dilakukan langsung oleh Wakil Sekretaris Jenderal DPP HIPKA, Andi Faisal Jolong, serta perwakilan BPP HIPKA, dr. Taufan Ichsan Tuarita, yang hadir atas nama Ketua Umum Tubagus Farich N.

Dalam kepengurusan baru tersebut, Zulfikar Lidan resmi menakhodai HIPKA Aceh sebagai Ketua Umum. Pelantikan ini mengusung tema HIPKA Aceh: Sinergi Pengusaha, Membangun Ekonomi Daerah, yang menegaskan pentingnya kolaborasi antarpelaku usaha untuk menggerakkan perekonomian Aceh.

Ketua Umum HIPKA Aceh, Zulfikar Lidan, mengatakan bahwa pengurus baru siap mengemban amanah dengan visi memperkuat jejaring, membangun sekolah entrepreneur, dan membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi pengusaha Aceh.

“Saya meyakini, dengan dukungan dari berbagai pihak termasuk kalangan bankir dan praktisi bisnis, HIPKA Aceh bisa menjadi jembatan pembelajaran tentang pembiayaan dan strategi bisnis yang benar. Dengan begitu, pengusaha Aceh dapat naik kelas dan ikut menggerakkan perekonomian daerah,” katanya.

Salah satu agenda besar yang akan segera diwujudkan HIPKA Aceh adalah peluncuran Sekolah Entrepreneurship pada Oktober mendatang. Program ini dirancang untuk melahirkan generasi pengusaha muda dengan pola pikir yang tepat dalam membangun bisnis berkelanjutan.

“Menjadi pengusaha itu tidak mudah. Butuh mindset, energi, dan keyakinan yang kuat. Tapi jika kita mampu mengelola energi positif, maka insya Allah HIPKA Aceh bisa melahirkan pengusaha-pengusaha tangguh yang membawa perubahan nyata,” ujarnya.

Menurut Zulfikar Lidan, inti dari kewirausahaan bukan hanya soal modal, melainkan keberanian dan kemampuan mengelola apa yang sudah tersedia di alam semesta.

“Di dunia ini, sebenarnya semua sudah tersedia uang, kebutuhan, dan peluang. Yang sering tidak ada justru kemampuan kita mengambil sesuatu dari apa yang ada. Itu karena energi kita lebih kecil dari yang kita inginkan. Maka, yang paling utama adalah energi dan mindset,” jelasnya.

Ia menggambarkan energi manusia seperti kulit semangka tipis, tapi bisa melindungi isi yang berharga. “Jika kita terus menjaga energi positif, maka HIPKA bisa menjadi tempat berkumpulnya gagasan dan ide besar yang akan melahirkan karya nyata untuk Aceh,” tambahnya.

Aceh, menurut Zulfikar Lidan, adalah daerah terkaya di Sumatera dengan sumber daya alam melimpah dan posisi strategis di jalur perdagangan internasional. 

Namun potensi tersebut belum sepenuhnya terkelola optimal. HIPKA hadir untuk menjadi wadah sinergi pengusaha dalam memaksimalkan peluang ini.

“Katakan dalam diri kita hal-hal positif. Aceh punya segalanya, tinggal bagaimana kita mengubah energi itu menjadi gerakan ekonomi. Dengan kolaborasi, HIPKA bisa membawa pengusaha Aceh tampil sebagai yang terbaik di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Selain menggerakkan dunia usaha, HIPKA juga berkomitmen memberikan kontribusi pada kebijakan publik, khususnya yang berkaitan dengan strategi ekonomi daerah maupun nasional. 

“Dengan jumlah anggota yang besar dan tersebar di seluruh pelosok Nusantara, HIPKA adalah potensi strategis. Jika bersinergi dengan baik, kita bisa membangun bisnis-bisnis bersama yang menopang kemandirian ekonomi bangsa,” pungkasnya.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

perkim, bpka, Sekwan
riset-JSI
pelantikan padam
17 Augustus - depot
sekwan - polda
damai -esdm
bpka