Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Sawah yang Rusak karena Bencana Banjir Dibersihkan, Ditanami Padi Gogo

Sawah yang Rusak karena Bencana Banjir Dibersihkan, Ditanami Padi Gogo

Minggu, 26 April 2026 08:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : MRD

Penanaman padi gogo di lahan yang terdampak bencana yang sudah dibersihkan di Kabupaten Bireuen. (Foto : Prokopim Bireuen)


​DIALEKSIS.COM | Bireuen - Pemulihan sektor pertanian di Kabupaten Bireuen terus diupayakan. Setidaknya seluas 85 hektar sawah yang rusak karena bencana banjir bandang di Desa Pulo Siron, Kecamatan Kuta Blang telah dibersihkan dan mulai ditanami padi gogo, Sabtu, 25 April 2026.

Acara penanaman perdana padi gogo tersebut dihadiri Wakil Bupati Bireuen, pejabat dari Kementerian Pertanian, serta unsur Forkopimda Bireuen dan masyarakat setempat.

Hal itu tentunya menjadi babak baru sebagai langkah nyata pemerintah dalam pemulihan fungsi lahan yang sebelumnya rusak akibat bencana banjir dan tanah longsor di wilayah itu.

Upaya pemulihan sektor pertanian tersebut diawali dengan perbaikan infrastruktur penahan sawah yang sempat rusak parah. Untuk mengoptimalkan lahan yang sudah dibersihkan, pemerintah memilih varietas padi gogo.

Direktur Perlindungan dan Optimasi Lahan Kementerian Pertanian, Dr. Dede Sulaeman, S.T., M.Si., menegaskan bahwa pemerintah pusat berkomitmen penuh untuk mendampingi petani di wilayah terdampak agar tidak kehilangan masa tanam.

​"Kami mendorong percepatan rehabilitasi agar produksi pangan nasional tetap terjaga. Sinergi antara pusat, provinsi, hingga kabupaten adalah kunci agar petani di Bireuen bisa kembali berdaya secara ekonomi," ujar Dede Sulaeman.

Senada, Wakil Bupati Bireuen Ir. H. Razuardi Ibrahim, MT menyampaikan apresiasi atas intervensi yang diberikan oleh Kementerian Pertanian kepada petani di Kabupaten Bireuen. Razuardi menekankan bahwa sektor pertanian adalah tulang punggung ekonomi warga Desa Pulo Siron.

​"Kehadiran program ini bukan sekadar bantuan teknis, melainkan harapan baru bagi warga kami. Dengan dimulainya penanaman perdana ini, kita berharap produktivitas lahan kembali normal dan ekonomi masyarakat segera pulih," kata Razuardi.

Sementara warga Desa Pulo Siron menyambut positif langkah ini. Setelah sekian lama lahan sawah tidak dapat diolah akibat material bencana, kini para petani mulai kembali ke sawah dengan pendampingan teknis dari petugas lapangan. 

Pemerintah berharap model penanganan di Pulo Siron dapat menjadi percontohan bagi petani di wilayah lain dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian pasca bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh akhir 2025 lalu. (mrd)

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI