Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Sebulan Lebih Pascabanjir dan Longsor, 31 Korban Masih Hilang di Aceh

Sebulan Lebih Pascabanjir dan Longsor, 31 Korban Masih Hilang di Aceh

Rabu, 31 Desember 2025 12:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Nora

Proses evakuasi korban banjir oleh Basarnas. Foto: dok Basarnas Banda Aceh 

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Lebih dari satu bulan setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda Aceh pada 26 November 2025, dampak bencana masih menyisakan duka mendalam. 

Hingga Selasa, 30 Desember 2025, tercatat sebanyak 31 orang korban bencana masih dinyatakan hilang, sementara jumlah korban meninggal dunia mencapai 514 orang.

Data tersebut disampaikan Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, Murthalamuddin, berdasarkan laporan terbaru Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Alam Hidrometeorologi Pemerintah Aceh.

Secara sebaran wilayah, Kabupaten Aceh Utara menjadi daerah dengan jumlah korban meninggal dunia terbanyak, yakni 213 orang. Disusul Aceh Tamiang dengan 88 korban jiwa, serta Aceh Timur sebanyak 57 orang. Kabupaten dan kota lainnya juga melaporkan korban meninggal dengan jumlah bervariasi.

“Wilayah terdampak bencana mencakup 18 kabupaten/kota, yang tersebar di 200 kecamatan dan 3.103 gampong,” ujar Murthalamuddin.

Selain korban meninggal dan hilang, bencana juga menyebabkan ribuan warga mengalami luka-luka. Tercatat 4.939 orang mengalami luka ringan, sementara 474 orang lainnya menderita luka berat dan masih memerlukan penanganan medis lanjutan.

Kerusakan infrastruktur dan harta benda dilaporkan sangat masif. Fasilitas umum yang terdampak meliputi 227 unit perkantoran, 638 tempat ibadah, 963 sekolah, dan 670 dayah atau pondok pesantren. Sektor kesehatan juga ikut terdampak dengan 193 unit rumah sakit dan puskesmas mengalami kerusakan.

Di sektor infrastruktur, bencana merusak 1.593 titik jalan dan 468 titik jembatan, mengganggu akses logistik dan mobilitas warga. Sementara itu, sektor permukiman menjadi yang paling terdampak dengan 129.757 unit rumah dilaporkan rusak.

Tak hanya itu, kerugian besar juga dialami sektor pertanian dan perikanan. Luas sawah yang terdampak mencapai 51.335 hektare, kebun 25.074 hektare, serta tambak seluas 39.910 hektare.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI