DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, saat ini masih menjalani rangkaian pengobatan dan pemulihan secara intensif di Seoul, Korea Selatan.
Kabar tersebut disampaikan melalui unggahan di akun Instagram milik sang istri, Steffy Burase, yang kemudian turut dilansir oleh media Dialeksis.com, Jumat (1/5/2026).
Dalam keterangannya, Steffy mengungkapkan bahwa kondisi Irwandi menunjukkan perkembangan positif, meski masih membutuhkan terapi jangka panjang serta observasi rutin dari tim medis.
“Kondisinya makin membaik, tapi masih membutuhkan terapi jangka panjang dan observasi rutin dari tim dokter agar proses recovery berjalan optimal,” ujar Steffy.
Ia juga memohon doa dari masyarakat Aceh agar proses pemulihan tersebut berjalan lancar dan Irwandi dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.
“Mohon doanya agar beliau diberikan kesehatan, kekuatan, dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Untuk sementara kami memang memilih fokus penuh untuk pemulihan beliau terlebih dahulu,” tambahnya.
Perjalanan Panjang Pengobatan Sejak Desember 2025
Dalam unggahan yang sama, Steffy turut membagikan kisah panjang perjalanan pengobatan yang telah dimulai sejak Desember 2025. Saat itu, sebagian besar waktu mereka dihabiskan di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSZA) Banda Aceh, bahkan hingga melewati pergantian tahun.
Setelah kondisi Irwandi mulai stabil, perawatan dilanjutkan ke Jakarta selama kurang lebih dua minggu. Namun, upaya pemulihan tidak berhenti di situ. Pada Februari 2026, mereka kembali melanjutkan pengobatan ke China, tepatnya di rumah sakit yang dikenal dengan terapi akupunktur.
Di tengah suhu ekstrem hingga minus 10 derajat, Irwandi menjalani terapi intensif selama sekitar satu bulan. Hari-hari di sana diisi dengan rutinitas pengobatan dan istirahat, sembari perlahan berupaya memulihkan kondisi.
Setelah sempat kembali ke Indonesia, kondisi Irwandi kembali menurun sehingga harus menjalani rawat inap di Jakarta.
Meski demikian, semangat untuk pulih tetap terjaga, bahkan ia sempat pulang ke Aceh untuk bertemu keluarga sebelum kembali melanjutkan pengobatan ke luar negeri.
Memasuki Maret 2026, Irwandi kembali melanjutkan pengobatan ke Seoul.
Di sana, ia menjalani terapi harian sambil menunggu jadwal rawat inap untuk observasi penuh.
Pada April, Irwandi akhirnya mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit Asan, salah satu fasilitas kesehatan terkemuka di Korea Selatan.
Di sela-sela proses tersebut, Steffy menceritakan bagaimana mereka berusaha tetap kuat menjalani fase berat ini, termasuk menjaga keseimbangan mental di tengah tekanan panjang pengobatan.
Ia juga mengungkapkan bahwa selama berada di Seoul, Irwandi tetap berusaha menjaga rutinitas ibadah sebagai bentuk ketenangan batin di tengah proses pemulihan.
Rencananya, Irwandi akan berada di Seoul hingga Juni 2026 guna memaksimalkan proses pemulihan yang sedang dijalani.
Dalam unggahan tersebut, Steffy juga menyampaikan refleksi mendalam tentang pentingnya kesehatan dan perlindungan sejak dini.
Ia menyinggung bahwa banyak orang lebih memikirkan warisan setelah meninggal dunia, namun lupa memastikan perlindungan saat masih hidup.
Menurutnya, asuransi kesehatan seharusnya menjadi prioritas, bukan sekadar pelengkap, karena kesehatan sering kali menuntut pengorbanan besar, termasuk meninggalkan rutinitas dan sumber penghidupan.
Steffy menyampaikan harapan agar seluruh proses panjang yang telah dilalui dapat membuahkan hasil terbaik. Ia juga menyemangati masyarakat yang tengah berjuang menghadapi ujian hidup masing-masing.
“Untuk semua yang sedang berjuang dengan caranya masing-masing, semoga kita semua diberi kekuatan untuk melewati fase hidup yang tidak mudah ini. Mohon doanya agar kami juga mampu melalui semuanya dengan baik,” tulisnya. [nh]