Sabtu, 23 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Stok Hewan Kurban 68.637 Ekor, Dinas Peternakan Aceh Pastikan Cukup untuk Iduladha

Stok Hewan Kurban 68.637 Ekor, Dinas Peternakan Aceh Pastikan Cukup untuk Iduladha

Jum`at, 22 Mei 2026 18:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Ilustrasi hewan kurban. [Foto: megasyariah.co.id]

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dinas Peternakan Aceh memastikan ketersediaan hewan kurban untuk Iduladha 1447 Hijriah/2026 mencukupi. Total stok hewan kurban yang tersedia di 23 kabupaten/kota di Aceh mencapai 68.637 ekor.

Kepala Dinas Peternakan Aceh melalui Kabid Kesehatan Hewan (Keswan), Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), Pengolahan dan Pemasaran, Ruhaty, mengatakan para peternak dan pedagang ternak telah mempersiapkan kebutuhan hewan kurban sejak jauh hari.

“Untuk ketersediaan kurban tahun ini, persediaan hewan kurban kita mencukupi. Karena memang peternak dan pedagang kita sudah jauh-jauh hari mempersiapkan kebutuhan hewan kurban,” kata Ruhaty, Kamis (21/5/2026).

Dari total stok tersebut, terdiri atas 22.404 ekor sapi, 7.528 ekor kerbau, 28.900 ekor kambing, dan 9.705 ekor domba.

Menurut Ruhaty, ketersediaan hewan kurban tersebar di berbagai wilayah Aceh. Namun, kawasan Aceh Besar dan wilayah timur Aceh masih menjadi sentra utama ternak.

Ia menyebut pasar hewan di Sibreh, Kabupaten Aceh Besar, Bireuen, Aceh Utara, hingga Aceh Tamiang menjadi pusat distribusi ternak menjelang Iduladha.

“Kebanyakan persediaan memang ada di wilayah timur,” ujarnya.

Sementara itu, wilayah barat Aceh memiliki ketersediaan ternak yang lebih terbatas sehingga sebagian kebutuhan dipasok dari wilayah timur.

Selain dari peternak lokal, sebagian ternak juga didatangkan dari Sumatera Utara untuk memenuhi kebutuhan pasar. Meski demikian, lalu lintas ternak yang masuk ke Aceh tetap diawasi ketat oleh petugas veteriner.

“Kita punya empat checkpoint, yakni di Aceh Tamiang, Subulussalam, Singkil, dan Aceh Tenggara,” jelas Ruhaty.

Ia mengatakan setiap ternak yang masuk maupun keluar Aceh wajib dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan serta dokumen izin lalu lintas ternak.

Pengawasan juga dilakukan melalui aplikasi lalu lintas ternak untuk memantau pergerakan ternak antarwilayah.

“Jadi pemohon, baik pedagang maupun peternak, mengisi aplikasi itu untuk memohon izin lalu lintas ternak mereka,” katanya.

Meski stok hewan kurban dinilai mencukupi, jumlahnya tahun ini menurun dibandingkan 2025 yang mencapai 86.709 ekor.

Menurut Ruhaty, penurunan tersebut salah satunya dipengaruhi bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan menyebabkan banyak ternak mati akibat banjir.

Dinas Peternakan Aceh mencatat ternak terdampak banjir terdiri dari 334.019 ekor sapi, 63.777 ekor kerbau, 3.050 ekor kambing, dan 80.968 ekor domba.

“Banyak ternak kita yang mati akibat banjir, dan itu bisa jadi termasuk ternak yang sebelumnya dipersiapkan untuk kebutuhan kurban tahun ini,” sebutnya.

Ruhaty menambahkan populasi ternak terbesar di Aceh saat ini masih berada di Aceh Utara dan Aceh Besar sehingga menjadi pemasok utama kebutuhan hewan kurban.

Selain memastikan stok mencukupi, Dinas Peternakan Aceh juga memperketat pengawasan kesehatan hewan menjelang Iduladha.

“Hewan kurban tidak boleh sakit, tidak boleh cacat, dan harus sehat,” ujar Ruhaty.

Ia mengatakan dokter hewan dan paramedis veteriner di seluruh kabupaten/kota terus memantau kondisi ternak yang diperjualbelikan maupun yang akan dikurbankan masyarakat.

Hewan yang dinyatakan sehat nantinya akan memperoleh Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

“Dokter hewan akan mengeluarkan surat kesehatan jika ternak dinyatakan sehat,” katanya.

Menurut Ruhaty, masyarakat kini juga semakin sadar pentingnya memastikan kesehatan hewan sebelum membeli ternak kurban. Jika ditemukan ternak sakit menjelang penyembelihan, hewan tersebut harus diganti karena tidak memenuhi syarat kurban.

Ia mengimbau masyarakat mengenali ciri ternak sehat, seperti bulu bersih dan tidak kusam, tubuh tidak demam, tidak ada leleran berlebihan pada hidung, serta kondisi hewan aktif.

“Kalau bulunya kusam, rontok, atau ternak terlihat lemas, itu harus diwaspadai,” tutup Ruhaty. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI