Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Suhu Makin Panas, BPBD Aceh Besar Wanti-wanti Ancaman Karhutla di Aceh

Suhu Makin Panas, BPBD Aceh Besar Wanti-wanti Ancaman Karhutla di Aceh

Senin, 30 Maret 2026 19:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, mengatakan suhu udara yang terasa lebih panas dipengaruhi berkurangnya intensitas awan serta dominasi sinar matahari karena wilayah tersebut telah memasuki musim kemarau. [Foto: BPBD AB]


DIALEKSIS.COM | Jantho - Meningkatnya suhu udara dalam beberapa hari terakhir di wilayah Aceh Besar dan sekitarnya berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan tidak melakukan pembakaran lahan selama musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, mengatakan suhu udara yang terasa lebih panas dipengaruhi berkurangnya intensitas awan serta dominasi sinar matahari karena wilayah tersebut telah memasuki musim kemarau.

“Dalam beberapa hari terakhir hingga ke depan, suhu udara di Aceh Besar cukup panas. Ini karena kita sudah memasuki masa kemarau, sehingga intensitas awan berkurang dan sinar matahari lebih dominan,” ujar Ridwan Jamil di Kota Jantho, Minggu (29/3/2026).

Ia menjelaskan, posisi matahari yang berada di sekitar garis khatulistiwa turut memicu peningkatan suhu di sejumlah wilayah, termasuk Aceh Besar, Banda Aceh, dan Sabang. Kondisi minim pembentukan awan juga menyebabkan suhu pada siang hari terasa lebih menyengat.

Selain cuaca panas, BPBD juga memantau munculnya sejumlah titik panas di wilayah Aceh Besar dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko kebakaran lahan apabila tidak diantisipasi secara serius.

Untuk itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pembakaran, khususnya saat membersihkan lahan atau kebun, karena api berisiko meluas dan sulit dikendalikan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menahan diri tidak melakukan pembakaran dalam bentuk apa pun. Hal ini penting untuk mencegah kebakaran yang bisa meluas dan berdampak besar terhadap lingkungan maupun keselamatan warga,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Aceh Besar bersama petugas pemadam kebakaran telah menyiagakan personel di sejumlah titik rawan. Sedikitnya 10 pos siaga telah disiapkan untuk memantau kondisi wilayah sekaligus memastikan respons cepat apabila terjadi kebakaran.

Ridwan menambahkan, kesiapsiagaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana selama musim kemarau serta menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan. 

"Kami telah menyiagakan personel di 10 pos yang ada. Ini untuk memastikan kondisi tetap terkendali dan penanganan dapat dilakukan secara cepat jika terjadi kebakaran,” pungkasnya. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI