Beranda / Berita / Aceh / Tanaman Nilam Yang Wangi dan Diminati Passar Mancanegara

Tanaman Nilam Yang Wangi dan Diminati Passar Mancanegara

Sabtu, 12 Februari 2022 11:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Tanaman nilam. [Foto: Stephen Orsillo/Shutterstock]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Sebagai negara tropis dengan keanekaragaman hayati, Indonesia memiliki berbagai jenis tanaman dan olahannya yang sudah dikenal dunia. Salah satunya adalah minyak atsiri atau essential oil. Dengan kondisi alam dan geografisnya, daerah-daerah di Indonesia mendukung berbagai tanaman penghasil minyak atsiri untuk tumbuh subur.

Pada dasarnya minyak atsiri merupakan kelompok minyak nabati berwujud cairan yang mudah menguap dan punya aroma khas. Minyak dapat ditemukan di buah, bunga, kulit, getah, akar, rimpang, biji, bahkan kayu pada sebuah tanaman. Minyak atsiri banyak digunakan untuk bahan industri farmasi dan kecantikan, misalnya menjadi bahan pewangi dalam sabun, sampo, losion, dan minyak wangi.

Tak hanya dipasarkan di dalam negeri, minyak atsiri dari Indonesia juga sudah menjadi komoditas ekspor dari hasil perkebunan dan menembus pasar luar negeri termasuk negara ASEAN, Australia, Eropa, Australia, Amerika Serikat, hingga Afrika.

Ada banyak jenis tanaman penghasil minyak atsiri, termasuk serai wangi, akar wangi, cengkeh, pala, lada, dan nilam. Nama nilam mungkin masih terdengar asing bagi beberapa orang, tetapi pencinta wewangian mungkin sudah mengenal patchouli yang banyak digunakan dalam minyak wangi. Tanaman nilam atau Pogostemon cablin Benth merupakan penghasil minyak nilam yang juga disebut patchouli oil.


Tanaman nilam sebagai komoditas ekspor

Mengutip penjelasan dari Direktorat Jenderal Perkebunan, Indonesia merupakan negara produsen utama minyak nilam dunia dan menguasai sekitar 95 persen pasar dunia. Saat ini, 85 persen ekspor minyak atsiri dari Tanah Air didominasi oleh minyak nilam. Tak main-main, volumenya mencapai 1.200-1.500 ton per tahun dan telah diekspor ke berbagai negara termasuk Swiss, Inggris, Singapura, Spanyol, dan Prancis.

“Prospek ekspor komoditi nilam pada masa yang akan datang masih cukup besar, mengingat tingginya permintaan dunia akan minyak nilam,” jelas Kasdi. Nilam termasuk salah satu komoditas perkebunan dengan nilai ekspor tinggi dan telah memberikan devisa bagi negara.

Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Kendari juga mencatat adanya lonjakan harga jual minyak nilam untuk ekspor. Menurut informasi dari pelaku usaha, harga minyak nilam per kilogram pada tahun 2020 adalah Rp600-700 ribu.

Pada Oktober 2021, diektahui PT Semarang Herbal Indoplant (SHI) yang merupakan anak perusahaan Sido Muncul, telah melakukan ekspor perdana minyak nilam ke Prancis sejumlah 61 ton.

Mengenal tanaman nilam dan proses menghasilkan minyak

Nilam adalah tanaman perdu wangi dengan daun halus dan berbatang segi empat. Jenis nilam yang banyak dikembangkan di Indonesia ialah varietas tapak tuan, sidikalang Lhoksumawe, serta pachoullina 1 dan 2. Jenis nilam dari Aceh merupakan yang paling banyak dibudidayakan karena kadar minyak dan kualitas minyaknya lebih tinggi dari nilam sabun dan nilam Jawa.

Tanaman ini biasa diperbanyak dengan setek dan tentunya menggunakan bahan tanaman varietas unggul, sehat, dan bebas penyakit. Nilam dapat tumbuh subur pada daerah dengan ketinggian 0-1.200 mdpl, tetapi akan tumbuh optimal pada ketinggian 10-400 mdpl.

Pertumbuhan nilam membutuhkan curah hujan 2.300-3.000 mm/tahun dengan suhu udara sekitar 24-28 derajat Celsius, dan kelembapan di atas 75 persen. Tanaman ini membutuhkan tanah yang subur dan gembur, serta banyak air tetapi tidak tahan terhadap genangan.

Biasa disuling untuk menghasilkan minyak nilam, tanaman ini digunakan sebagai zat pengikat atau fiksatif di industri parfum dan kecantikan yang hingga kini belum ada produk penggantinya.

“Saat ini sentra produksi minyak nilam di Indonesia berada di wilayah Sulawesi (Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo), selain sentra produksi yang berawal dari wilayah Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat) serta beberapa daerah di Jawa. Sebagian besar produksi minyak nilam dari sentra produksi tersebut di ekspor ke negara-negara industri. Seperti Amerika Serikat Inggris, Perancis, dan seterusnya Swiss, Jerman, Belanda, Hongkong, Mesir, Arab Saudi,” ujar Direktur Jenderal Perkebunan Kasdi Subagyono.

Minyak nilam didapatkan dari destilasi atau penyulingan daun dan tangkai tanaman. Proses penyulingannya bisa dengandirebus, di kukus, dan diuap. Setelah disuling, minyak harus diuji agar memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Kualitas minyak nilam juga ditentukan oleh beberapa faktor seperti bahan tanaman, teknik budidaya, cara dan waktu panen, faktor lingkungan, penanganan bahan olah, cara pengolahan, pengemasan, hingga penyimpanan. [goodnewsfromindonesia]

Keyword:


Editor :
Alfatur

riset-JSI
Komentar Anda