Logo Dialeksis
rsu bireun
Beranda / Berita / Aceh / Terkait Tuntutan FPMPA, Safaruddin: Banyak yang Gagal Paham Keputusan Lembaga DPRA

Terkait Tuntutan FPMPA, Safaruddin: Banyak yang Gagal Paham Keputusan Lembaga DPRA

Selasa, 22 September 2020 17:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indra Wijaya

Wakil Ketua II DPRA, Safaruddin. [Foto: Indra Wijaya/Dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pendemo dari Forum Paguyuban Mahasiwa dan Pemuda Aceh (FPMPA) menolak Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Safaruddin untuk menyambut aspirasi mereka.

FPMPA sendiri tetap memaksa ingin Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin untuk menyambut aspirasinya. FPMPA sendiri melakukan aksi di depan Gedung DPRA yang mendukung proyek multiyears untuk dilanjutkan.

Mereka mendesak agar Ketua DPRA untuk segera mencabut surat tuntutan pembatalan MoU proyek multiyears.

"Jika Dahlan tidak datang menemui kami, maka kami akan datangkan 1000 Dahlan lagi. Dan kami juga akan mengumpulkan massa yang lebih banyak lagi," kata Koordinator Aksi Ikhwan Kartiwan usai melakukan demo di Gedung DPRA, Banda Aceh, Selasa (22/9/2020).

Menanggapi hal tersebut, Dieleksis.com menemui Wakil Ketua II, Safaruddin di ruang kerja miliknya di Gedung DPRA.

Ia mengaku kurang paham kenapa pendemo menolak untuk disambut aspirasinya. Dan tetap memaksa agar Ketua DPRA yang harus menyambut aspirasinya.

"Tadi saya harapkan kita diberi kesempatan menyahuti apa yang menjadi aspirasi mereka," kata Safar kepada dialeksis.com.

Karena tak diberi kesempatan untuk menyahuti tuntutannya, dan tidak bisa diwakilkan oleh siapapun, ia memilih untuk kembali ke ruang kerjanya.

"Saya langsung balik kanan dan saya tidak tahu apa agendanya. Saya lihat mereka mendukung proyek tahun jamak itu saja," ujarnya.

Ia juga mengatakan, jika pendemo mengancam akan mengumpulkan massa yang lebih banyak, ia mengaku tak keberatan. Pasalnya, menurut Safar ada yang gagal paham dari pendemo terkait penbatalan proyek multiyears itu.

"Banyak yang gagal paham yang menjadi keputusan lembaga DPRA. Kalau pendemo mengancam akan mengambil massa yang lebih banyak, silahkan saja. Biar mudah menjelaskannya. Takutnya kalau hanya segelintir orang saja, mereka akan gagal paham," pungkasnya.(IDW)

Editor :
Indri

BPBD
riset-JSI
pna
Komentar Anda