Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Underpass Beurawe Banda Aceh Tergenang, Akses Jalan Ditutup

Underpass Beurawe Banda Aceh Tergenang, Akses Jalan Ditutup

Senin, 04 Mei 2026 15:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Underpass Beurawe yang berada di samping Plaza Aceh, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, kembali tergenang air hingga terpaksa ditutup, Senin (4/5/2026). [Foto : Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Underpass Beurawe yang berada di samping Plaza Aceh, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, kembali tergenang air hingga terpaksa ditutup, Senin (4/5/2026).

Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas di sejumlah titik utama kota menjadi macet parah, terutama di kawasan sekitar Plaza Aceh, arah Simpang Surabaya, Simpang Jambo Tape, hingga Kuta Alam.

Penutupan underpass membuat para pengguna jalan harus memutar lebih jauh untuk mencapai tujuan. Akibatnya, kepadatan kendaraan tak terhindarkan di jalur alternatif yang sebelumnya tidak dirancang menampung lonjakan volume lalu lintas.

Pantauan di lokasi sebelum penutupan menunjukkan genangan air menutupi sebagian besar badan jalan underpass.

Sejumlah pengendara sepeda motor tampak berhati-hati saat melintas, sementara mobil terpaksa memperlambat laju untuk menghindari mogok di tengah genangan. Karena jalur tersebut merupakan jalan satu arah, banyak pengendara tidak memiliki pilihan selain tetap melintasi genangan air.

Salah seorang pengendara, Zahran, mengaku ragu saat hendak melintasi underpass yang tergenang. Namun, ia terpaksa tetap melaju karena tidak bisa memutar arah.

“Genangan ini bukan cuma menghambat, tapi juga berpotensi merusak kendaraan. Air yang masuk ke mesin bisa menyebabkan motor rusak atau mati,” ujarnya kepada media dialeksis.com, Senin (4/5/2026).

Ia juga menambahkan bahwa kondisi jalan yang tergenang meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang rawan tergelincir. Zahran berharap pemerintah segera menghadirkan solusi permanen agar underpass tersebut tidak lagi menjadi titik langganan banjir yang merugikan masyarakat.

Di balik persoalan genangan ini, terungkap bahwa penyebab utama tidak berfungsinya sistem pengendali air yakni pencurian kabel listrik pada panel pompa submersible.

Kabel sepanjang sekitar 30 meter dilaporkan hilang, sehingga keempat unit pompa tidak dapat beroperasi secara maksimal.

Kabel tersebut bahkan harus dipesan dari Medan, dengan estimasi waktu pengadaan selama dua hingga tiga hari. Kondisi ini semakin memperlambat penanganan genangan dan pemulihan fungsi underpass.

Kasus pencurian ini bukan yang pertama. Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi serupa telah terjadi hingga tiga kali di lokasi yang sama.

Selain itu, pemerintah juga diminta untuk meningkatkan koordinasi dengan pihak keamanan guna memperkuat sistem pengawasan dan perlindungan terhadap fasilitas publik strategis, termasuk Underpass Beurawe.

"Ini dikhawatirkan akan terus berulang dan semakin merugikan masyarakat luas, terutama dalam hal keselamatan dan kelancaran mobilitas di Kota Banda Aceh," tutupnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI