Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Utusan Khusus Presiden Zita Anjani Puji Potensi Wisata Sejarah di Aceh

Utusan Khusus Presiden Zita Anjani Puji Potensi Wisata Sejarah di Aceh

Sabtu, 16 Mei 2026 16:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Pariwisata, Zita Anjani, mengapresiasi potensi wisata sejarah di Provinsi Aceh sebagai daya tarik kuat bagi wisatawan mancanegara maupun domestik.[Foto: dok. Disbudpar Aceh]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Pariwisata, Zita Anjani, mengapresiasi potensi wisata sejarah di Provinsi Aceh sebagai daya tarik kuat bagi wisatawan mancanegara maupun domestik.

Hal tersebut disampaikan Zita saat melakukan kunjungan kerja ke Museum Aceh dan Museum Tsunami Aceh, baru-baru ini.

Zita menilai keberadaan kedua museum tersebut memiliki nilai strategis sebagai destinasi berbasis edukasi yang memberikan pengalaman emosional bagi pengunjung. Menurutnya, visualisasi dan narasi mengenai peristiwa tsunami 2004 di Museum Tsunami Aceh menjadi kekuatan utama pariwisata daerah.

"Dua museum ini dapat menjadi destinasi yang sangat menarik. Wisata sejarah merupakan pengetahuan penting bagi wisatawan dan memberikan pengalaman yang berkesan," ujar Zita Anjani di sela kunjungannya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kemajuan sektor pariwisata sejarah akan memberikan dampak domino terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Berkembangnya arus kunjungan wisatawan diyakini akan mendorong penguatan sektor UMKM dan industri ekonomi kreatif di sekitar objek wisata.

Zita menambahkan bahwa experience atau pengalaman langsung yang ditawarkan Aceh, mulai dari sejarah masa kolonial hingga pemulihan pascatragedi tsunami, merupakan nilai tambah yang belum tentu dimiliki oleh daerah lain di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menitipkan pesan kepada generasi muda untuk aktif mengenal budaya dan sejarah daerah. Zita mendorong para pemuda untuk menjadi garda terdepan dalam merawat ingatan sejarah sebagai bagian dari upaya menjaga identitas bangsa.

"Generasi muda tidak boleh malas mencari tahu. Berwisata sejarah bukan hanya hiburan, tapi cara kita menjaga identitas dan merawat ingatan kolektif bangsa," pungkasnya. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI