DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - AKBP Henki Ismato selaku Wakapolresta Banda Aceh menghadiri kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar secara serentak se-Indonesia pada Sabtu (30/8/2025) pagi.
Acara yang dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI ini berlangsung di halaman Masjid Baitussalihin Gampong Ceurih, Kecamatan Ulee Kareng, serta diikuti secara daring melalui Zoom Meeting.
Selain Wakapolresta, turut hadir Dir Binmas Polda Aceh Kombes Pol Donny Siswoyo, Kasubdit Bin Polmas Dit Binmas Polda Aceh AKBP Hamidi,
Hakim Ad Hoc Tipikor Pengadilan Negeri Banda Aceh Zul Azmi, Manajer Operasional dan Pelayanan Publik (OPP) Kanwil Aceh Hafizsyah, Pejabat Utama Polresta Banda Aceh serta masyarakat Ulee Kareng.
Kegiatan tersebut diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, kemudian paparan oleh Menteri Dalam Negeri RI Jenderal (Purn) Tito Karnavian, dan Menteri Pertanian RI Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, melalui sambungan virtual. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sembako secara simbolis kepada masyarakat penerima manfaat.
Gerakan Pangan Murah ini dipusatkan di Kementerian Pertanian Jakarta dan serentak digelar di ribuan titik seluruh Indonesia sebagai bagian dari program penyaluran beras SPHP yang ditargetkan mencapai 1,3 juta ton untuk periode Juli“Desember 2025.
Sementara itu, Polresta Banda Aceh bersama Perum Bulog Kanwil Aceh menyalurkan beras SPHP kepada masyarakat sebanyak 5 ton disalurkan kepada masyarakat dengan harga Rp60.000 per sak (5 kg).
Wakapolresta Banda Aceh AKBP Henki Ismanto menjelaskan kegiatan ini dalam rangka memeriahkan HUT RI Ke-80 dan bertujuan untuk menjaga stabilitas harga, khususnya beras, agar tetap terkendali serta membantu meringankan beban masyarakat dengan menyediakan bahan pokok lebih murah dibanding harga pasar.
“Selain itu, GPM juga memastikan ketersediaan pangan di berbagai daerah, mencegah praktik penimbunan oleh pihak tidak bertanggung jawab, dan mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional serta mengendalikan inflasi,” ujar Henki.
Menurut Wakapolresta, Gerakan Pangan Murah merupakan wujud nyata kehadiran Polri yang humanis dan peduli terhadap kesejahteraan masyarakat. Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari.
"Dalam waktu dua jam, 5 ton beras SPHP habis dibeli oleh warga," pungkasnya.