Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Banjir Bandang Terjang Lawe Sigala-Gala, Jalan Nasional Kutacane-Medan Sempat Lumpuh

Banjir Bandang Terjang Lawe Sigala-Gala, Jalan Nasional Kutacane-Medan Sempat Lumpuh

Senin, 11 Mei 2026 08:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Banjir bandang di Kecamatan Lawe Sigala-Gala pada pukul 22.00 WIB. Foto: Kolase Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Kutacane - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Aceh Tenggara sejak Sabtu sore, 9 Mei 2026, memicu banjir bandang di Kecamatan Lawe Sigala-Gala pada pukul 22.00 WIB. Derasnya arus sungai membawa material batu, kayu gelondongan, dan lumpur yang kemudian menyumbat kolong jembatan, meluap ke permukiman warga, serta memutus akses jalan nasional Kutacane-Medan.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Aceh Tenggara hingga Minggu siang, bencana tersebut berdampak pada 41 kepala keluarga atau 155 jiwa di Desa Lawe Tua Persatuan dan Desa Lawe Tua Makmur. Dari jumlah itu, empat rumah mengalami rusak berat, 15 rumah rusak sedang, tujuh rumah rusak ringan, serta 15 rumah lainnya terendam lumpur pekat.

Meski kerusakan cukup luas, hingga laporan terbaru tidak ada korban jiwa maupun pengungsi akibat peristiwa itu.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara, Mohd. Asbi, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi begitu menerima laporan warga. BPBD juga menurunkan satu unit alat berat excavator untuk membuka kembali badan jalan yang tertutup material banjir bandang.

“Fokus utama kami adalah membersihkan material kayu dan batuan besar agar jalur distribusi logistik dan transportasi publik tidak terhambat terlalu lama,” kata Mohd. Asbi.

Upaya penanganan darurat dilakukan bersama unsur kecamatan, TNI, dan Polri. Tim gabungan juga melakukan kaji cepat, pendataan kerusakan, serta pembersihan lumpur yang masuk ke rumah-rumah warga.

Memasuki Minggu sore, akses jalan nasional Kutacane-Medan akhirnya kembali dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, pengendara tetap diminta waspada karena permukaan jalan masih licin akibat sisa sedimen lumpur.

Sementara itu, pendataan terhadap kerugian material dan dampak lanjutan di lapangan masih terus berlangsung. BPBD juga mengingatkan warga agar tetap siaga terhadap potensi hujan susulan yang dapat memicu kenaikan debit air sungai sewaktu-waktu.

Peristiwa ini kembali menunjukkan kerentanan wilayah Aceh Tenggara terhadap banjir kiriman dari kawasan hulu. Material kayu gelondongan yang terbawa arus turut menjadi tanda bahwa persoalan tutupan hutan dan daya dukung lingkungan di daerah tangkapan air perlu kembali diperhatikan secara serius.

Hingga berita ini diturunkan, air dilaporkan mulai surut dan petugas masih melanjutkan pembersihan di sejumlah titik terdampak.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI