Kamis, 17 September 2026
Beranda / Berita / Banjir Terjang Tujuh Kecamatan di Abdya, Warga Mengungsi

Banjir Terjang Tujuh Kecamatan di Abdya, Warga Mengungsi

Kamis, 17 September 2026 07:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn

Kondisi banjir di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Foto: Kolase Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Blangpidie - Banjir merendam permukiman warga di tujuh kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu, 16 September 2026, pukul 15.00 WIB. Longsor juga dilaporkan menimpa satu rumah di Desa Cot Mane, Kecamatan Jeumpa.

Berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Aceh Barat Daya per pukul 23.58 WIB, banjir melanda Kecamatan Kuala Batee, Jeumpa, Tangan-Tangan, Setia, Blangpidie, Manggeng, dan Susoh. Ratusan rumah diperkirakan terdampak, sementara petugas masih mendata kerusakan dan jumlah warga yang membutuhkan bantuan.

Di Desa Alue Padee, Kecamatan Kuala Batee, luapan Sungai Alue Diwi menggenangi permukiman dengan ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar satu meter. Data sementara mencatat sekitar 43 rumah terdampak. Sebagian warga mengungsi ke musala terdekat.

Banjir di kecamatan yang sama juga berdampak pada sekitar 10 rumah di Desa Kampung Tengah. Di Desa Ie Mameh, sekitar 143 kepala keluarga tercatat terdampak dan masih dalam pendataan. Air turut memasuki rumah warga di Desa Alue Pisang.

Di tengah penanganan banjir, tim gabungan mengevakuasi Jasmi, 61 tahun, warga Desa Alue Padee yang terjebak arus Sungai Krueng Panto di Desa Kota Bahagia, Kecamatan Kuala Batee. Laporan Pusdalops menyebutkan proses evakuasi berhasil dilakukan dan tim telah kembali ke kantor.


Permukiman dan Jalan Nasional Tergenang

Di Kecamatan Blangpidie, dampak banjir antara lain tercatat di Desa Alue Manggota. Sekitar 100 rumah diperkirakan terendam dengan ketinggian air mencapai satu meter.

Banjir juga menggenangi sekitar 40 rumah di Desa Kuta Bahagia dengan ketinggian air antara lutut dan pinggang orang dewasa. Di Desa Lhung Tarok, sekitar 41 rumah terdampak dengan ketinggian air rata-rata di atas lutut.

Sementara itu, sekitar 14 rumah di Desa Lam Kuta terendam setinggi lutut dan empat rumah di Desa Lhung Asan tergenang sekitar 30 sentimeter. Desa Baharu, Keude Siblah, dan Keude Paya juga masuk daftar lokasi banjir dalam laporan tersebut.

Di Kecamatan Tangan-Tangan, sekitar 67 rumah di Desa Suak Nibong terdampak genangan dengan ketinggian rata-rata selutut orang dewasa. Tiga rumah di Desa Gunong Cut turut terdampak. Banjir juga dilaporkan di Desa Pante Geulumpang, Bineh Krueng, dan Padang Kawa.

Di Kecamatan Jeumpa, air menggenangi rumah warga di Desa Alue Sungai Pinang, Alue Seulaseh, Ladang Neubok, Iku Lhung, dan Padang Geulumpang. Adapun di Kecamatan Setia, banjir melanda Desa Lhang, Tangan-Tangan Cut, dan Ujung Tanah.

Genangan turut menjangkau permukiman dan jalan nasional di Kecamatan Manggeng. Tiga desa yang dilaporkan terdampak ialah Blang Manggeng, Sejahtera, dan Seunelop.

Di Kecamatan Susoh, ketinggian air di permukiman Desa Durian Jangek berkisar 50 sentimeter hingga satu meter. Di Desa Pulau Kayu, air menggenangi rumah warga dan jalan nasional. Lokasi terdampak lainnya meliputi Desa Padang Baru, Kepala Bandar, Tengah, dan Kampung Rawa.


Penanganan Darurat Berlangsung

Selain banjir, longsor terjadi di kawasan Alue Badek, Desa Cot Mane, Kecamatan Jeumpa. Satu rumah dilaporkan tertimpa material longsor. Hingga laporan disusun, pembersihan material masih dilakukan menggunakan alat berat.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Abdya, Mukhsin, bersama Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik mengerahkan Tim Reaksi Cepat untuk memantau kondisi lapangan, mendata dampak bencana, dan membantu warga.

Penanganan turut melibatkan pemadam kebakaran, TNI, Polri, relawan SAR Abdya, Tagana gampong, keuchik, serta masyarakat.

Hingga Rabu menjelang tengah malam, sejumlah wilayah masih terendam karena hujan belum reda. Seluruh angka rumah dan keluarga terdampak dalam laporan tersebut merupakan data sementara yang masih diperbarui melalui pendataan lapangan.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI