Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Bocah 3 Tahun Jatuh ke Sungai di Bireuen, Hilang Terseret Arus Saat Naik Gerobak Gantung

Bocah 3 Tahun Jatuh ke Sungai di Bireuen, Hilang Terseret Arus Saat Naik Gerobak Gantung

Rabu, 01 April 2026 08:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Pengguna gerobak gantung darurat di Gampong Krueng Simpo, Kecamatan Juli. Foto: Ist


DIALEKSIS.COM | Bireuen - Seorang bocah asal Dusun Bivak, Gampong Krueng Simpo, Kecamatan Juli, dilaporkan jatuh ke sungai dan hilang terseret arus saat menyeberang menggunakan gerobak gantung darurat berbahan kabel sling, Selasa (31/3) malam.

Korban diketahui bernama Muhammad Fadil (3). Ia jatuh dari pelukan ibunya saat melintasi sungai bersama ibu dan kakeknya dari arah Salah Sirong, Kecamatan Jeumpa menuju Bivak.

Informasi yang dihimpun Dialeksis menyebutkan, insiden nahas itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, gerobak gantung yang digunakan sebagai alat penyeberangan darurat tidak terkunci dengan baik.

“Pintu gerobak lupa dikunci, saat sedang berjalan tiba-tiba terbuka dan anak itu jatuh ke sungai,” ujar salah seorang sumber kepada Dialeksis.

Korban terjatuh dari ketinggian dan langsung terseret arus sungai yang deras di tengah kondisi malam yang gelap. Hingga kini, bocah tersebut masih dalam pencarian warga setempat.

Peristiwa ini memicu kepanikan warga di wilayah Salah Sirong. Meski hujan deras mengguyur, masyarakat tetap berbondong-bondong turun melakukan pencarian. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil karena medan yang sulit dan arus sungai yang sangat kuat.

Diketahui, akses jembatan di kawasan tersebut sebelumnya hancur akibat banjir pada 26 November 2025 dan hingga kini belum diperbaiki. Kondisi ini membuat warga Bivak terisolasi dan kesulitan mengakses kebutuhan pokok maupun aktivitas lainnya.

Sebagai solusi sementara, warga menggunakan kabel sling sebagai alat penyeberangan darurat di perbatasan Kecamatan Juli dan Jeumpa.

Sebelumnya, Kementerian PUPR sempat membangun jembatan darurat di lokasi tersebut. Namun, konstruksi yang diduga kurang kuat menyebabkan jembatan itu rusak hanya dalam waktu satu hari akibat derasnya arus sungai.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun tindakan tanggap dari tim SAR Bireuen terkait peristiwa tersebut.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI