Beranda / Berita / Keberangkatan Perdana Jemaah Umrah Indonesia Pada 23 Desember 2021

Keberangkatan Perdana Jemaah Umrah Indonesia Pada 23 Desember 2021

Rabu, 15 Desember 2021 18:30 WIB

Font: Ukuran: - +


[Dok. cnbc]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kepala Subdirektorat Pemantauan dan Pengawasan Ibadah Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama (Kemenag) M Noer Alya Fitra menyatakan pihaknya berencana untuk memberangkatkan jemaah umrah asal Indonesia pada Kamis (23/12) pekan depan.

Ini akan menjadi penerbangan perdana calon jemaah asal Indonesia kembali ke tanah suci usai penerbangan umrah dari Indonesia ditutup pada Februari 2021 lalu akibat penyebaran virus corona (Covid-19).

"Ya kita sekarang berupaya supaya tanggal 23 [Desember] itu. Iya kita ikhtiar di tanggal itu," kata pria yang akrab disapa Nafit kepada CNNIndonesia.com, Rabu (15/12).

Nafit mengatakan penerbangan perdana umrah itu terbatas hanya untuk pengurus Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) semata. Namun, ia belum dapat menjelaskan jumlah pengurus PPIU yang akan berangkat. Sebab, saat ini masih proses pendataan.

"Kita masih melakukan pendataan untuk data-data," ucapnya.

Penerbangan Jemaah Umrah ke Arab Saudi Satu Pintu

Selain itu, Nafit mengatakan pemberangkatan umrah perdana di masa pandemi akan dilakukan melalui kebijakan satu pintu atau one gate policy (OGP). Para calon jemaah yang akan terbang ke tanah suci di Arab Saudi, akan dimasukkan terlebih dahulu ke Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Hal itu bertujuan untuk memastikan pelbagai protokol kesehatan yang disyaratkan pihak Saudi bisa dipatuhi dengan baik para calon jemaah.

"Yang jelas Kita masih rapat-rapat terus nih dengan semua pihak mempersiapkan itu," kata Nafit.

Senada, Kabid Umrah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Zaky Zakaria Anshary mengatakan rencana penerbangan umrah perdana akan digelar pada 23 Desember 2021 mendatang.

"Rencana Keberangkatan Umrah tanggal 23 Desember menggunakan pesawat SV alternatif lain Garuda," kata Zaky dalam keterangan resminya.

Zaky juga menjelaskan para jemaah rencananya akan menginap di Hotel bintang 5. Ia juga mengatakan skema umrah perdana akan terbagi dua rombongan.

"Harapan asosiasi karantina 3 hari di Saudi bagi vaksin Sinovac dan Sinopharm dikelola oleh muassasah dan travel tidak disetujui oleh Kementerian Haji Saudi. Dan karantina di Saudi akan dikelola oleh penerbangan," kata Zaky.

Sebelumnya, Arab Saudi telah mencabut larangan terbang atau suspend penerbangan dari Indonesia terhitung mulai 1 Desember 2021. Pencabutan itu diiringi dengan kebijakan calon jemaah umrah tak perlu transit ke negara ketiga. Selain Indonesia, lima negara lainnya itu termasuk Pakistan, Brasil, Vietnam, Mesir, dan India.

Pengumuman ini dikeluarkan berdasarkan pembaruan terhadap situasi Covid-19 Saudi dan global, termasuk di enam negara tersebut. (CNN Indonesia)

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI
Komentar Anda