DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, S.T., D.E.A., mengisahkan pengalamannya bersama para siswa SMAN 10 Fajar Harapan dalam sebuah kegiatan yang ia sebut sebagai bagian dari The 5 AM Club. Pada Kamis, 28 Agustus 2025, ia tiba di sekolah itu pukul 05.10 WIB, ketika para siswa sudah lebih dulu memadati mushalla.
Suasana pagi itu dimulai dengan ibadah. Seorang siswa mengumandangkan azan Subuh dengan suara merdu, sementara imam shalat berasal dari kalangan siswa kelas XII. Bacaan Al-Fatihah hingga ayat-ayat suci dilantunkan dengan tartil yang indah, disusul dzikir bersama yang dipimpin siswa lain dengan penuh kekhusyukan.
“Ketika mendengar kefasihan para siswa dalam memimpin shalat, saya merasakan optimisme. Mereka bukan hanya shalih secara agama, tetapi juga berpotensi berprestasi di bidang akademik. Masa depan akan lebih membahagiakan bila mereka tumbuh menjadi pemimpin,” kata Marthunis.
Dalam kesempatan itu, Marthunis menyampaikan taushiyah dengan mengutip Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 139 tentang larangan merasa minder dan keyakinan bahwa orang beriman memiliki derajat yang tinggi. Ia menekankan bahwa siswa harus percaya diri untuk menjadi yang terbaik.
SMAN 10 Fajar Harapan, jelasnya, telah ditunjuk Kementerian Dikbud Ristek sebagai sekolah unggul Garuda Transformasi. Melalui program ini, alumninya ditargetkan bisa diterima di 100 universitas terbaik dunia dengan dukungan beasiswa Garuda.
“Kepercayaan diri harus ditanamkan. Mereka harus yakin bisa diterima di universitas mana pun, asal sabar, konsisten, dan tidak menyia-nyiakan waktu. Belajar adalah ibadah, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Mukminun ayat 1 - 3,” ujar Marthunis.
Usai tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan senam pagi. Meski sempat tertunda akibat hujan, para siswa tetap bersemangat mengikuti gerakan senam anak Indonesia hebat, dipandu oleh teman sebaya. Suasana berlangsung riang dengan tawa dan keceriaan.
Menurut Marthunis, olahraga ringan di pagi hari bermanfaat menyiapkan kondisi fisik sekaligus membangkitkan hormon kebahagiaan seperti dopamin dan endorfin.
“Denyut nadi yang terjaga pada kisaran 80 - 100 per menit mampu menyuplai oksigen ke otak secara optimal. Hasilnya, konsentrasi belajar meningkat,” jelasnya.
Setelah senam, para siswa dan tamu undangan menikmati sarapan sehat di ruang makan sekolah. Menu yang disajikan beragam, bergizi, dan aman mulai dari nasi, ikan goreng balado, tempe, sayur, hingga ikan asin sebagai pelengkap selera.
Marthunis menilai, empat kebiasaan yang dilakukan pagi itu bangun dini hari, beribadah, berolahraga, dan sarapan sehat merupakan pembiasaan karakter penting bagi generasi muda. Hal ini selaras dengan gagasan motivator internasional Robin Sharma dalam bukunya The 5 AM Club, yang menyebut kebiasaan bangun pukul lima pagi sebagai rutinitas orang-orang sukses.
“Pagi itu kami benar-benar seperti menjadi bagian dari The 5 AM Club. Semoga pembiasaan ini melahirkan siswa calon pemimpin yang berkualitas, mampu membawa bangsa melompat tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga internasional,” tutupnya.