Beranda / Berita / Pemuda di Medan Tewas Ditembak OTK

Pemuda di Medan Tewas Ditembak OTK

Senin, 29 Maret 2021 08:30 WIB

Font: Ukuran: - +


DIALEKSIS.COM | Medan - Penembakan yang dilakukan orang tak dikenal (OTK) terjadi di Jalan Yos Sudarso KM 13 di depan SPBU Martubung Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Minggu (28/3) dini hari. Dalam peristiwa tersebut satu orang bernama Mhd Ridho Gufa (37) meninggal dunia.

"Sekira pukul 02.00 wib telah terjadi penembakan oleh OTK tepatnya di depan SPBU Martubung. Segera setelah mendapat informasi anggota berangkat menuju ke TKP," jelas Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, Minggu (28/3).

Hadi menjelaskan korban mengalami luka tembak pada bagian kepala belakang tembus ke kening kepala bagian depan sehingga nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia di tempat.

"Korban telah dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dalam kasus itu. Polres Pelabuhan Belawan juga berkoordinasi dengan Dit Reskrimum Polda Sumut guna menyelidiki pelaku penembakan," jelas Hadi.

Menurut Hadi, Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan tengah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yakni Aditya Prayoga (20), Mahatir Alvin (24), Sugeng (35), Aldo Lazio (20 tahun), serta Muhsinin Als Ivan (33).

"Berdasarkan hasil interogasi para saksi, diketahui bahwa sebelum terjadi penembakan, korban sedang melakukan balapan liar bersama beberapa orang rekan-rekannya. Tiba-tiba terdengar dua kali suara tembakan dari arah belakang dan korban langsung terjatuh di TKP," paparnya.

Selanjutnya rekan-rekan korban membawa korban ke RS Delima yang jaraknya tidak jauh dari TKP dengan menggunakan mobil Ambulance RS Delima. Namun nyawa korban sudah tidak tertolong.

"Turut diamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Yamaha RX King warna hitam list merah coklat, tanpa plat depan dan belakang, 1 (satu) unit sepeda motor Kawasaki Ninja 150 warna hitam kombinasi jingga dan dua buah selongsong peluru," bebernya.[CNN Indonesia]


Keyword:


Editor :
M. Agam Khalilullah

riset-JSI
Komentar Anda