DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pemberitaan mengenai pekerjaan paket penggantian jembatan di Krueng Woyla yang beredar di sejumlah media lokal Aceh mendapat tanggapan dari pihak pelaksana proyek.
Humas PT Marinda Utamakarya Subur, Hendra Saputra, menyampaikan bahwa pekerjaan proyek tersebut hingga saat ini masih berjalan sesuai kontrak dan tidak mengalami kendala di lapangan. Pernyataan itu disampaikan Hendra sebagai respons terhadap pemberitaan yang sebelumnya dimuat oleh beberapa media online.
Hendra Saputra menjelaskan, saat ini proses pekerjaan masih menunggu material casing baja yang dipesan secara khusus dari pabrikan di Jakarta. Menurutnya, produksi material tersebut membutuhkan waktu sebelum dapat dikirim ke lokasi proyek.
“Casing baja yang digunakan diproduksi secara khusus di pabrikan di Jakarta. Proses produksinya membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan hingga material tersebut tiba di lokasi pekerjaan,” kata Hendra dalam keterangan tertulis yang diterima media.
Ia menegaskan, seluruh tahapan pekerjaan sangat bergantung pada ketersediaan casing baja tersebut. Karena itu, proses pengiriman material menjadi bagian penting dalam kelanjutan pekerjaan di lapangan.
Terkait informasi proyek, Hendra juga menyebutkan bahwa papan informasi telah dipasang di lokasi dengan ukuran besar sehingga dapat dilihat oleh masyarakat.
Selain itu, pihaknya turut menyampaikan apresiasi kepada lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan masyarakat yang telah memberikan masukan serta kritik terhadap proyek tersebut. Namun, ia mengingatkan agar setiap informasi yang disampaikan tetap memperhatikan prinsip pemberitaan yang berimbang dan tidak mendiskreditkan pihak tertentu.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada LSM dan masyarakat yang telah memberikan masukan. Namun kami berharap setiap informasi yang dimuat tetap berpedoman pada kode etik jurnalistik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak perusahaan berkomitmen untuk melaksanakan pekerjaan proyek sesuai kontrak yang telah disepakati.