Rabu, 12 Agustus 2026
Beranda / Berita / Rektor USM Terpilih Aklamasi Pimpin Forum Rektor dan Pimpinan PTS Se-Aceh

Rektor USM Terpilih Aklamasi Pimpin Forum Rektor dan Pimpinan PTS Se-Aceh

Selasa, 11 Agustus 2026 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Rektor Universitas Serambi Mekkah (USM), Dr. Teuku Abdurahman, S.H., SpN. Foto: doc for Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Rektor Universitas Serambi Mekkah (USM), Dr. Teuku Abdurahman, S.H., SpN., terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Forum Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Se-Aceh.

Keputusan tersebut merupakan hasil rangkaian pertemuan dan koordinasi sejumlah pimpinan PTS di Aceh yang kemudian difinalisasi dalam rapat di Ruang VVIP Sada Coffee, Lambhuk, Banda Aceh, Senin (10/8/2026).

Rapat dipandu Ketua Komite Pelaksana, Dr. Ir. TM Zulfikar, S.T., M.P., IPU., ASEAN Eng., dan dihadiri sedikitnya sembilan rektor serta pimpinan perguruan tinggi swasta di Aceh.


Sejumlah pimpinan PTS yang berhalangan hadir juga telah menyampaikan persetujuan terhadap keputusan yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut.

Pimpinan perguruan tinggi yang hadir di antaranya Rektor USM Dr. Teuku Abdurahman, Rektor Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen Dr. Zainuddin Iba, Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA) Dr. Nuzulman, serta Wakil Ketua II Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan (STIK) Pante Kulu Bakruddin, S.Si., M.T.

Turut hadir Plt. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sabang (STIES) Ferdi Nazirun Sijabat, S.E., M.Sc., Ketua STKIP Aceh Barat Daya Afdhal Jihad, M.Pd., Rektor Universitas Cipta Mandiri (UNCM) Meulaboh Dr. Musdiani, Direktur Politeknik Kutaraja Desy Puspita, S.P., M.M., serta Dr. Bustamam Ali dari Universitas Iskandar Muda (UNIDA).

Sementara Rektor Universitas Jabal Ghafur (UNIGHA) Pidie Dr. Heri Fajri dan Ketua STKIP An-Nur Banda Aceh Dr. Ibrahim M. Jamil bersama sejumlah pimpinan PTS lainnya yang tidak dapat hadir juga disebut telah menyatakan persetujuan terhadap hasil rapat.

Dalam pertemuan itu disepakati, Forum Rektor dan Pimpinan PTS Se-Aceh akan menjadi wadah bersama untuk memperkuat koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi perguruan tinggi swasta di seluruh Aceh.

Forum tersebut juga diarahkan menjadi ruang musyawarah dalam membahas berbagai persoalan strategis pendidikan tinggi, baik pada tingkat daerah maupun nasional.

Selain itu, organisasi tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan mutu perguruan tinggi melalui kolaborasi bidang akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, inovasi, penjaminan mutu, dan penguatan tata kelola kelembagaan.

Forum Rektor dan Pimpinan PTS Se-Aceh juga diproyeksikan menjadi mitra strategis pemerintah, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI), pemerintah daerah, dunia usaha dan industri, organisasi profesi, serta pemangku kepentingan lainnya.

Pada aspek kelembagaan, forum diharapkan dapat menjadi wadah advokasi bagi perguruan tinggi swasta dalam memperjuangkan berbagai kepentingan bersama sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ketua Umum terpilih, Dr. Teuku Abdurahman, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan para pimpinan PTS yang diberikan kepadanya.

Ia mengatakan amanah tersebut akan dijalankan dengan semangat memperkuat persatuan dan kolaborasi seluruh perguruan tinggi swasta di Aceh.

“Saya akan berusaha menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Harapan kita, seluruh Perguruan Tinggi Swasta di Aceh dapat segera bersatu dalam satu wadah yang kuat, solid, dan produktif,” ujar Teuku Abdurahman.

Menurutnya, pembentukan forum tersebut bukan untuk menggantikan kewenangan organisasi maupun lembaga pendidikan tinggi yang telah ada.

Forum justru diharapkan menjadi ruang bersama bagi pimpinan perguruan tinggi swasta untuk membangun komunikasi, menyatukan gagasan, serta memperjuangkan kepentingan pendidikan tinggi Aceh secara konstruktif.

Dalam waktu dekat, Teuku Abdurahman mengatakan pihaknya akan menyusun struktur kepengurusan Forum Rektor dan Pimpinan PTS Se-Aceh.

Pengurus juga akan mempersiapkan legalitas dan payung hukum organisasi, menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta melengkapi berbagai perangkat organisasi lainnya.

“Kita ingin forum ini tidak berhenti pada pembentukan organisasi semata. Forum ini harus mampu melahirkan gagasan, kerja sama, dan langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan Aceh,” tegasnya.

Dengan terbentuknya forum tersebut, perguruan tinggi swasta di Aceh diharapkan semakin terkoneksi dan mampu memperkuat perannya, tidak hanya sebagai penyelenggara pendidikan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan sumber daya manusia dan kemajuan Aceh.`

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI