Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Tiga Nama Menguat, Siapa Pimpin UTU Selanjutnya?

Tiga Nama Menguat, Siapa Pimpin UTU Selanjutnya?

Kamis, 23 April 2026 20:15 WIB

Font: Ukuran: - +

Senat UTU Berfoto Usai Mendengarkan Penyampaian Visi, Misi, dan Program Kerja Bakal Calon Rektor UTU di Ruang Rapat Senat UTU, Kamis (14/04/2026). Foto: Humas UTU


DIALEKSIS.COM | Meulaboh - Proses penjaringan calon Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) periode 2026“2030 memasuki babak penting. Dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar Kamis (23/4/2026), Senat UTU resmi menetapkan tiga nama yang akan melaju ke tahap akhir pemilihan.

Sidang yang berlangsung di Ruang Rapat Senat itu diawali dengan pemaparan visi, misi, dan program kerja dari empat bakal calon. Mereka adalah Prof. Dr. Ir. Dahlan Abdullah, S.T., M.Kom., IPU., ASEAN Eng. (Universitas Malikussaleh), serta tiga kandidat dari Universitas Syiah Kuala yakni Dr. Ir. Irwansyah, S.T., M.Eng., IPM., Prof. Dr. Iskandar AS., S.Pd., M.App.Ling., dan Prof. Dr. Nyak Amir, S.Pd., M.Pd.

Usai pemaparan, para kandidat diuji melalui sesi tanya jawab dan pendalaman materi selama satu jam. Tahapan ini menjadi momen krusial bagi senat untuk menilai gagasan serta kesiapan para calon memimpin UTU ke depan.



Memasuki rapat tertutup yang dipimpin Ketua Senat Basri, SH., MH., pemungutan suara pun dilakukan. Pada putaran pertama, Prof. Dr. Nyak Amir unggul dengan 14 suara, disusul Dr. Ir. Irwansyah dengan 4 suara. Sementara dua kandidat lainnya belum memperoleh suara.

Karena terjadi hasil imbang di posisi ketiga, pemungutan suara ulang dilakukan antara Prof. Dr. Iskandar AS dan Prof. Dr. Ir. Dahlan Abdullah. Hasilnya, Prof. Dr. Iskandar AS meraih 16 suara, unggul jauh dari Dahlan Abdullah yang memperoleh 2 suara.

Berdasarkan hasil tersebut, Senat menetapkan tiga besar calon rektor yakni Prof. Dr. Nyak Amir di peringkat pertama, Dr. Ir. Irwansyah di peringkat kedua, dan Prof. Dr. Iskandar AS di peringkat ketiga.

Ketiga nama ini selanjutnya akan dikirim ke kementerian untuk mengikuti tahapan akhir. Di fase penentuan, para calon akan menjalani wawancara langsung dengan Menteri. Penetapan rektor terpilih akan mengacu pada komposisi penilaian, yakni 65 persen suara Senat dan 35 persen suara Menteri.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor UTU, Dr. T. Alamsyah, SKM, MPH, memastikan seluruh proses berjalan lancar dan transparan. Ia juga mengapresiasi partisipasi semua pihak dalam tahapan penjaringan ini.

“Harapannya, proses selanjutnya berjalan baik dan mampu melahirkan pemimpin terbaik bagi Universitas Teuku Umar,” ujarnya.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI