Minggu, 25 Oktober 2026
Beranda / Data / Sepekan Harga Emas Melemah, Banda Aceh Turun Rp90 Ribu per Mayam

Sepekan Harga Emas Melemah, Banda Aceh Turun Rp90 Ribu per Mayam

Minggu, 25 Oktober 2026 10:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Ilustrasi harga emas. Foto: Vecteezy/iftikharalam


DIALEKSIS.COM | Aceh - Harga emas di Banda Aceh dan emas batangan Antam sebagai salah satu acuan nasional melemah dalam periode 18 - 24 Oktober 2026. Pada akhir pekan, harga emas perhiasan di Banda Aceh berada di Rp7.470.000 per mayam, sedangkan Antam pecahan satu gram tercatat Rp2.540.000.

Hasil pengumpulan dan tabulasi data redaksi Dialeksis memperlihatkan koreksi harga di Banda Aceh berlangsung setelah beberapa hari bertahan di Rp7.560.000 per mayam. Posisi tersebut masih tercatat hingga Rabu, 21 Oktober 2026.

Pada Kamis, 22 Oktober, harga emas perhiasan turun Rp30.000 menjadi Rp7.530.000 per mayam. Hingga Sabtu, 24 Oktober, harganya menyusut menjadi Rp7.470.000. Dibandingkan posisi Rabu, penurunan kumulatifnya mencapai Rp90.000 per mayam atau sekitar 1,19 persen. 

Angka tersebut merupakan harga dasar emas perhiasan. Dengan tambahan ongkos pembuatan yang tercatat berkisar Rp200.000 - Rp250.000 per mayam, biaya pembelian pada Sabtu menjadi sekitar Rp7.670.000 - Rp7.720.000 per mayam, bergantung pada ketentuan toko. 

Di tingkat nasional, pergerakan Antam sempat menunjukkan kenaikan pada awal pekan. Dari Rp2.572.000 per gram pada Minggu, 18 Oktober, harganya naik Rp2.000 menjadi Rp2.574.000 pada Senin, 19 Oktober. Angka Senin merupakan posisi tertinggi selama periode yang ditelusuri. 

Namun, kenaikan itu segera berbalik. Pada Selasa, 20 Oktober, harga Antam turun Rp10.000 menjadi Rp2.564.000 per gram. Sehari kemudian, harganya kembali berkurang Rp10.000 menjadi Rp2.554.000 per gram.

Pelemahan berlanjut pada Kamis, 22 Oktober, dengan penurunan Rp4.000 menjadi Rp2.550.000 per gram. Pada Jumat, 23 Oktober, harga kembali terkoreksi Rp10.000 menjadi Rp2.540.000 per gram. Posisi tersebut bertahan hingga Sabtu, 24 Oktober. 

Dengan demikian, Antam mencatat empat hari penurunan berturut-turut pada 20 - 23 Oktober. Dibandingkan harga Minggu, 18 Oktober, posisi akhir pekan lebih rendah Rp32.000 per gram atau sekitar 1,24 persen. Jika dihitung dari puncak Senin, koreksinya mencapai Rp34.000 per gram.

Pergerakan serupa terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback Antam. Pada Minggu, 18 Oktober, nilainya berada di Rp2.387.000 per gram, kemudian naik menjadi Rp2.389.000 pada Senin. 

Harga buyback turun menjadi Rp2.379.000 pada Selasa, Rp2.369.000 pada Rabu, dan Rp2.365.000 pada Kamis. Pada Jumat, nilainya kembali menyusut menjadi Rp2.335.000 per gram dan bertahan hingga Sabtu. 

Sepanjang 18 - 24 Oktober, buyback Antam berkurang Rp52.000 per gram atau sekitar 2,18 persen. Secara persentase, penurunan ini lebih besar daripada koreksi harga dasar Antam pecahan satu gram.

Koreksi buyback terbesar dalam rentang tersebut terjadi pada Jumat, 23 Oktober, yakni Rp30.000 per gram. Selisih antara harga dasar Antam pecahan satu gram dan buyback pun melebar dari Rp185.000 pada awal periode menjadi Rp205.000 pada akhir pekan, sebelum pajak dan biaya transaksi. Pengumpulan dan tabulasi data redaksi Dialeksis, periode 18 - 24 Oktober 2026.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
esdm 3