Beranda / Data / Tercatat Sejarah Lima Gempa Terkuat Terjadi di Indonesia, Aceh Termasuk?

Tercatat Sejarah Lima Gempa Terkuat Terjadi di Indonesia, Aceh Termasuk?

Selasa, 31 Januari 2023 01:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Ilustrasi Gempa Bumi (Liputan6.com/Sangaji)


DIALEKSIS.COM | Data - Gempa Bumi sangat besar kerap terjadi di beberapa wilayah di seluruh dunia secara teratur. Tak terkecuali di Indonesia yang berada di deretean ring of fire atau jalur cinci api pasifik.

Melansir dari situs livescience.com, Senin, (30/1/2023), salah satu gempa besar yang pernah tercatat di Tanah Air adalah gampa yang memicu tsunami di Sumatra. Dapaknya menghancurkan Aceh pada tahun 2004.

Berikut ini daftar lima gempa bumi besar Indonesia menurut US Geological Survey (USGS) yang pernah tercatat dalam sejarah:

1. Sumatra Selatan 2007 (Magnitudo 8,4)

Pada 12 April 2007, gempa berkekuatan magnitudo 8,4 melanda sekitar 76 mil (122 km) lepas pantai Bengkulu, Indonesia, di pulau Sumatra. 

Gempa dahsyat tersebut terjadi akibat sesar dorong pada batas antara lempeng Sunda dan Australia. Gempa ini menyebabkan sekitar 25 orang tewas, dan lebih dari 161 luka-luka. 

Lebih dari 20.000 bangunan rusak di Kota Bengkulu dan Sumatera Barat, menurut USGS. Gempa tersebut menandai gempa ke empat berkekuatan magnitudo 7,9 atau lebih besar yang melanda wilayah Indonesia. Di tempat yang sama pada Hari Natal tahun 2004, pernah juga terjadi gempa di wilayah tersebut.

2. Laut Banda, Indonesia 1938 (Magnitudo 8,5)

Pada 1 Februari 1938, terjadi gempa dengan berkekuatan magnitudo 8,5 mengguncang dasar laut sekitar 88 mil (141 km) barat laut Tual, Maluku Indonesia.  Terlepas dari kekuatan gempa ini, kerusakannya cukup kecil. Getaran gempa dirasakan warga Banda dan Kai, sedangkan di Kota Tual hanya terjadi pecah-pecah dan pendulum berhenti

3. Sumatera Utara, Indonesia 2005 (Magnitudo 8,6)

Daerah di sekitar Sumatera adalah daerah yang aktif secara seismik, karena pulau Indonesia berada di atas Cincin Api Pasifik yang aktif secara vulkanik. 

Wilayah yang secara seismik tidak stabil itu, berada di Lempeng Australia dan Lempeng Sunda bertemu. Kemudian melepaskan sejumlah besar energinya pada tanggal 28 Maret 2005.

Gempa berkekuatan magnitudo 8,6 ini melanda 48 mil (78 km) barat Singkil, pada kedalaman 18 mil (30 km). Lebih dari 1.300 orang tewas, 340 lainnya luka-luka dan ratusan bangunan hancur, kebanyakan di Pulau Nias. 

Gempa ini terasa hingga India dan Sri Lanka. Gempa tersebut terjadi karena Lempeng Australia bergerak ke timur laut dengan kecepatan 2 inci (50 milimeter) per tahun dan menukik ke dalam mantel di Palung Sunda. 

Menurut USGS, gempa besar ini terjadi, setelah gempa besar Samudera Hindia tahun 2004, karena patahan di wilayah tersebut terus menyesuaikan diri dengan pergeseran seismik tersebut.

4. Lepas Pantai Barat Sumatera Utara, 2012 (Magnitudo 8,6)

Pada 11 April 2012, gempa berkekuatan magnitudo 8,6 terjadi di lepas pantai Sumatera bagian utara.  Gempa ini melanda beberapa ratus mil lepas pantai, getarannya terasa kuat hanya di beberapa pusat populasi, seperti Banda Aceh dan Meulaboh, Indonesia. 

Gempa ini hanya menyebabkan kerusakan struktural ringan di wilayah metropolitan tersebut. Menurut USGS, getaran ringan dapat dirasakan hingga Mumbai, India, dan Broome, Australia. Dua orang tewas langsung akibat gempa, delapan meninggal karena serangan jantung yang diakibatkan oleh kepanikan, dan 12 luka-luka.

5. Sumatera, Kepulauan Andaman 2004 (magnitudo 9,1)

Gempa ini merupakan gempa terbesar ketiga dalam sejarah dan terbesar sejak gempa tahun 1964 di Prince William Sound, Alaska. Secara total, hampir 300.000 orang tewas atau diduga tewas, dan sekitar 1,2 juta orang mengungsi akibat gempa bumi dan tsunami susulan di 10 negara di Asia Tenggara dan Afrika Timur.

Guncangan yang sangat kuat di rasakan di Banda Aceh, tetapi aspek yang paling mematikan dari gempa ini adalah tsunami yang diakibatkannya, yang menyebabkan lebih banyak kematian dari pada yang pernah tercatat dalam sejarah hingga saat itu. 

Tsunami tercatat hampir di seluruh dunia pada alat pengukur pasang surut di Samudera Hindia, Pasifik dan Atlantik. Gempa besar terjadi satu hari setelah natal di sepanjang pertemuan lempeng tektonik India dan Burma serta disebabkan oleh pelepasan tekanan yang berkembang saat lempeng India menukik di bawah lempeng mikro Burma.  Zona patahan masif, yang berada di lepas pantai, sepanjang California, menurut USGS. [liputan6.com]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda