Logo Dialeksis
Beranda / Liputan Khusus / Dialetika / Gay Menjamur di Negeri Syariat Islam

Gay Menjamur di Negeri Syariat Islam

Minggu, 19 Juli 2020 09:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Ilustrasi


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Trend penyimpangan seksual lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) ternyata sudah merambah kabupaten dan Kota di Provinsi Aceh.

Itu diungkapkan oleh Yayasan Permata Atjeh Peduli (YPAP) baru-baru ini. para LGBT ini sudah mulai tumbuh di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara.  

Dari data yang didapatkan Dialeksis.com, para LGBT ini sudah membuat sebuah komunitas di Facebook Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara.

Bahkan, mereka memanfaatkan media sosial (medsos) Facebook (FB) sebagai sarana untuk saling berkomunikasi.

Penelusuran yang dilakukan Dialeksis.com menunjukkan, ada dua komunitas gay yang bisa ditemukan secara mudah di Facebook, khususnya komunitas yang di Kota Lhokseumwe dan satu akun Gay Aceh Utara.

Kedua grup yang terdeteksi itu antara lain, Gay Lhokseumawe berjumlah anggota 357 dan Gay Aceh Utara dengan jumlah anggota 703.

Mereka memanfaatkan media sosial ini sebagai tempat membangun komunikasi, komunitas gay aktif, saling mencari pasangan dan membuat janji untuk bertemu.

Berdasarkan hasil catatan YPAP, ada sekitar 300 gay yang berada di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Menurut Direktur YPAP, Khadir mengatakan, kelompok gay di Lhokseumawe dan Aceh Utara itu ada dari berbagai profesi, diantaranya; perbankan, Pegawai Negeri Sipil, bahkan mereka ada yang dari guru.

“Secara umum kalangan gay tersebut masih berusia produktif,” ujar Khaidir.

Penyebab 

Banyak faktor yang bisa menyebabkan seseorang menjadi gay. Misal kondisi biologis sejak dilahirkan atau kondisi sosial yang menyebabkan seseorang ikut terpengaruh. Contohnya satu grup dengan homoseks, anggota grup yang awalnya tidak homo bisa menjadi homo.

Selain itu, bisa juga disebabkan oleh perubahan hormonal yang menyebabkan seseorang awalnya heteroseksual berubah menjadi homoseksual.

?Lalu bagaimana cara mengobatinya untuk bisa kembali normal? Dalam dunia psikologi, sebutannya tidak "mengobati" karena seorang psikolog tidak pernah belajar menggunakan obat.

Di psikologi, yang dipergunakan adalah istilah "perlakuan/treatmen". Kalau ada orang tidak nyaman dengan homoseksual dan mau berubah menjadi heteroseksual, psikolog bisa membantu dengan cara konseling. Selain konseling, bisa juga dengan terapi.

Seseorang bisa mengobatai dirinya sendiri supaya sembuh meskipun agak sulit. Terlebih kalau penyebab orientasi seksual karena hormon, kondisi neuropsikologis, atau biologis. Bila penyebabnya karena ikut-ikutan teman, bisa diobati oleh diri sendiri dengan kehendak yang kuat.

Mereka salah karena berhubungan seks dan berperilaku seks bersama-sama apalagi sampai ratusan orang.

Apa yang memotivasi mereka melakukan itu? Apakah ada unsur ”jebakan" atau penipuan, atau murni niat sendiri?, mengetahui motivasi mereka melakukan seks bersamaan itu sangat penting untuk mencegah terulangnya kejadian tersebut.

Supaya mencegah bertambahnya jumlah remaja yang berorientasi seksual sesama jenis, orangtua harus lebih memerhatikan remaja mereka.

Kalau remaja mereka menjadi homoseksual karena ikut-ikutan teman, perlu segera mendapat perlakuan tertentu, tetapi kalau kondisi biologis (hormon, kromosom, neuropsikologis, dan lain-lain) yang menyebabkan homoseksual, maka lebih sulit diterapi.

Terjangkit HIV-AIDS

Direktur YPAP Khaidir menuturkan, terdapat 32 orang yang berhubungan sesama jenis di Lhokseumawe kini sudah terjangkit HIV-AIDS.

?Sejak 2018 kata Khaidir, kedapatan kelompok yang berhubunan sesama jenis HIV-AIDS. YPAP terus berupaya mengedukasi masyarakat agar dapat mencegah penularan HIV-AIDS.

 Khaidir menyebutkan, dari 32 orang yang terkena HIV-AIDS ini kini tinggal 28 orang lagi, mereka ini tersebar di Kabupaten Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Bireuen, Kabupaten Bener Meriah, Tekengon dan Langsa.

“Wilayah-wilayah lainnya diperkirakan juga banyak, hanya saja bukan wilayah dampingin kami,” ungkap Khaidir.

YPAP menemukan, kelompok yang suka sesama jenis atau pencita pecinta hubungan sesama jenis dengan laki-laki tergolong tinggi di Aceh.

“Realitasnya memang sudah sangat meresahkan, pertumbuhan mereka semakin terlihat bahkan di bangku SMP, SMA apa lagi di bangku kuliah,” kata Khaidir.

Yayasan Permata Atjeh dalam program 2011-2020 masih terus bergerak dalam penanggulangan kasus HIV/AIDS. 

Solusi

Wakil Ketua Majelis Pemusyarawatan Ulama (MPU) Aceh, Tgk. H. Faisal Ali, mendorong Pemerintah Aceh untuk melakukan pembinaan kelompok Gay atau yang dikenal LGBT yang tersebar di seluruh Aceh. 

Bila tak bisa dibina kata pria yang akrab disapa Lem Faisal, kelompok ini harus dilakukan penindakan agar bisa hidup normal kembali.

“Harus diberikan pembinaan terhadap kelompok ini. Bila menolak maka pemerintah harus menindak,” kata Lem Faisal.

Menurut Tgk Faisal Ali, Allah telah menciptakan manusia dari berbagai jenis baik laki laki dan perempuan itu merupakan sunatullah, ini bisa diubah. 

“Mereka tidak dilahirkan dari proses LGBT, inilah yang harus disadari bahwa mereka itu salah,” ujar Faisal Ali.

Dalam Islam LGBT adalah perbuatan keji. di Islam LGBT dikenal dengan dua istilah, yaitu liwath (gay) dan sihaaq (lesbian). Liwath adalah suatu kata (penamaan) yang dinisbatkan kepada kaumnya Luth ‘Alaihissalam, karena kaum Nabi Luth adalah kaum yang pertama kali melakukan perbuatan ini.

“Allah SWT menamakan perbuatan ini dengan perbuatan yang keji (fahisy) dan melampui batas (musrifun),” ujar Tgk Faisal Ali.

“Mereka adalah orang yang diciptakan oleh Allah, ada yang jenis kelaminnya pasti pada waktu dia laki laki hilang sifat perempuan dan begitu juga sebaliknya namun ada juga yang jenis kelaminnya dua, pada saat yang bersamaan, tapi mereka bukan waria,” ujar Tgk Faisal Ali.

Editor :
Zulkarnaini

riset-JSI
Komentar Anda