Logo Dialeksis
Bank Aceh (pelantikan ketua DPRA)
Beranda / Liputan Khusus / Dialetika / Presiden Indonesia dari Masa Ke Masa

Presiden Indonesia dari Masa Ke Masa

Selasa, 22 Oktober 2019 17:51 WIB

Font: Ukuran: - +
foto/tribunews.com

DIALEKSIS.COM - Presiden Jokowidodo untuk kedua kalinya dinobatkan sebagai orang nomor satu di Bumi Pertiwi. Sudah tujuh putra/putri terbaik  yang memimpin negeri dengan ribuan pulau ini. 

Dari berbagai sumber yang berhasil Dialeksis.com kumpulkan, ini sejarah  tujuh presiden yang sudah memimpin Indonesia.

Pertama Soekarno, kemudian giliran Soeharto yang memegang kendali bumi pertiwi. Selanjutnya Soeharto meletakkan jabatan dan dilanjutkan oleh BJ. Habibi. Abdurahman Wahid, Megawati Soekarno Putri, Sosilo Bambang Yudoyono dan Jokowi.

Pertama,  Seokarno.

Soekarno sebagai tokoh proklamator di negeri ini terpilih sebagai presiden Indonesia pertama. Hasil sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 menetapkan Soekarno sebagai presiden dan Mohammad Hatta sebagai wakilnya.

Ir. Soekarno, lahir di Surabaya, 6 Juni 1901 dengan nama asli Koesno Sosrodihardjo. Presiden pertama ini menutup mata kembali kepada sang maha kuasa, di Jakarta, 21 Juni 1970 di usia 69 tahun. Presiden pertama ini dikebumikan di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanawetan, Kota Blitar.

Soekarno menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia sejak 18 Agustus 1945 sampai dengan tanggal 12 Maret 1967. Soekarno yang berasal dari Partai Nasoional Indonesia (PNI) berduet dengan Mohammad Hatta sampai dengan tahun 1956.

Setelah 1956, Soekarno memimpin sendiri negeri ini sampai dengan 12 Maret 1967. Sejak tahun 1956 tidak ada lagi wakil presiden yang dilantik mendampingi tokoh perumus teks Pansila ini.

Kedua, Soeharto.

Presiden kedua Indonesia adalah Soeharto. Ia lahir di Bantul, Yogyakarta pada 8 Juni 1921. Soeharto menghembuskan napas terahir di Jakarta, 27 Januari 2008 di usia 86 tahun.

Presiden kedua ini dikebumikan di Astana Giri Bangun, Dengkeng, Girilayu, Metasih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Soeharto sebelum dinobatkan sebagai presiden merupakan pimpinan militer. Soerharto adalah presiden terlama di negeri ini menjabat selama 31 tahun, terhitung mulai tanggal 12 Maret 1967 sampai tanggal 21 Mei 1998.

Bila Soekarno dikenal dengan Partai Nasional Indonesia (PNI), Soeharto pendiri dan berasal dari partai Golkar. Selama priode menjabat sebagai presiden Republik Indonesia, Soeharto didampingi oleh enam wakil presiden.

Periode pertama dari tanggal 12 Maret 1967 sampai 27 Maret 1968, Soeharto tidak didampingi wakil presiden demikian dengan priode kedua, dari 27 Maret 1968 sampai 24 Maret 1973. Baru memasuki priode ketiga, 24 Maret 1973 sampai 23 Maret 1978, Soeharto didampingi wakilnya Sri Hamengkubuwana IX.

Periode keempat, 23 Maret 1978 sampai 11 Maret 1983 Soerharto didampingi wakil presiden Adam Malik. Periode kelima, 11 Maret 1983 sampai 11 Maret 1988, wakil presidenya Umar Wirahadikusumah.

Periode keenam, 11 Maret 1988 sampai 11 Maret 1993 Soeharto memimpin negeri ini bersama wakilnya Soedharmono.Periode ketujuh, tanggal 11 Maret 1993 sampai 10 Maret 1998, Tri Sutrisno yang menjadi wakil presiden dan periode ke delapan, 10 Maret 1998 sampai 21 Mei 1998 dengan wakil presiden Bj Habibie.

Ketiga, BJ Habibie

Dari tujuh presiden Indonesia, presiden ketiga yang merupakan orang dari luar Pulau Jawa. Bacharuddin Jusuf Habibie merupakan putra kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni. BJ Habibie menghembuskan napas terahir pada 11 September 2019 di Jakarka.

Habibie dimakamkan di sebelah  makam istrinya, Asri Ainun Besari, di pemakaman Taman Makam Pahlawan Nasional Utama, Kali Bata, Jakarta Selatan.

BJ Habibie memegang jabatan tersingkat, baik sebagai wakil presiden dan presiden. Sebagai presiden BJ Habibir hanya menjabat selama 1 tahun 5 bulan, tanpa wakil presdien. Terhitung sejak 21 Mei 1998 sampai dengan 20 Oktober 1999.

Sebagai wakil Presiden bersama Soeharto masa jabatanya lebih singkat lagi bila dibandingkan selama menjabat presiden. Habibie menjabat sebagai wakil presiden hanya 2 bulan tujuh hari. Kemudian dia dipercayakan menjadi presiden.

Habibie sebelumya bekerja di Messerschmitt- Bolkow, Hamburg, Jerman. Dia diminta kembali oleh Soeharto dan menjabat sebagai Menristek 1978- Maret 1998. Habibie juga menempa karir politiknya sama seperti Soehato, Partai Golkar.

Kemudian dia dipercayakan menjabat sebagai wakil presiden tersingkat hanya 2 bulan tujuh hari dan selanjutnya dinobatkan menjadi presiden RI selama 1 tahun lima bulan. Dia juga dikenal dengan tokoh ICMI dan sejumlah karir lainya.

Keempat, Abdurahaman Wahid.

Presiden keempat Indonesia dikenal dengan panggilan Gus Dur. Ia lahir di Jombang, 7 September 1940 dengan nama asli Abdurrahman Wahid. Gus Dur kembali ke Ilahi, pada usia 69 tahun, di Jakarta pada 30 Desember 2009. Gusdur dimakamkan di komplek Pasantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

Gusdur dikenal sebagai tokoh agama dari Nahdlatul Ulama (NU). Gusdur memimpin negeri ini terhitung sejak 20 Oktober 1999 sampai dengan 23 Juli 2001. Andurahman Wahid berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Gusdur memimpin Indonesia sejak 20 Oktober 1999 sampai dengan 23 Juli 2001 bersama wakilnya Megawati Soekarno Putri. Masa jabatan Gusdur sebagai presiden dicabut pada sidang Istimewa MPR RI tahun 2011 dan kemudian Megawati yang menjadi presiden.

Mantan mantan ketua Tanfidziyah (badan eksekutif) Nahdlatul Ulama dan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dikenal sebagai presiden “unik”, sikap dan pernyataanya sering menuai kontaversial.

Lima, Megawati Soekarno Putri.

Presiden kelima Indonesia adalah Megawati Soekarnoputri. Ia lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947 dengan nama lengkap Dyah Pertama Megawati Setyawati Soekarnoputri. Tokod Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini merupakan anak dari Soekarno yang merupakan presiden pertama Indonesia.

Megawati sampai saat ini merupakan satu satunya perempuan yang menjadi menjadi Presiden Indonesia. Sebelum menjabat presiden kelima, Mega sebelumnya menjadi wakil Presiden bersama Gusdur. Namun kemudian mandate itu dicabut MPRI, selanjutnya Megawati dipercayakan menjadi presiden.

Megawati menjabat sebagai presiden sejak 23 Juli 2001 sampai tanggal 20 Oktober 2004. Selama menjabat presiden RI, Megawati didampingi oleh wakilnya Hamzah Haz. Usai menjabat sebagai presiden RI, Megawati tetap berkarir dipolitik dan sampai saat sekarang ini menjadi ketua PDIP.

Keenam, Susilo Bambang Yudhoyono

Presiden yang terpilih secara langsung melalui Pemilu adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Dua priode berturut turut lelaki yang berkarir di militer ini (TNI) dipercayakan rakyat untuk memimpin negeri pertiwi.

Presiden keenam ini lebih dikenal dengan panggilan SBY. Dia dilahirkan di Pacitan, 9 September 1949. Sepuluh tahun SBY memimpin Indonesia, sejak 20 Oktober 2004 sampai tanggal 20 Oktober 2014 selama 2 periode terpilih.

Selain sebagai presiden dan berkarir di militer, SBY juga dikenal sebagai masternya Partai Demokrat. SBY tidak lagi bertarung dalam Pemilu pemilihan presiden, karena jabatan presiden dan wakil di negeri ini sudah dibatasi hanya untuk dua priode.

Priode pertama, SBY didampingi Muhammad Yusuf Kalla sebagai wakil presiden (20 Oktober 2004- 20 Oktober 2009). Priode kedua SBY didampingi Boediono, 20 Oktober 2009 sampai dengan 20 Oktober 2014.

Ketujuh, Joko Widodo

Presiden ketujuh lebih dikenal dengan panggilan Jokowi. Dia lahir di Surakarta, 21 Juni 1961. Sebelum dipercayakan menjadi Presiden, Jokowi sebelumnya menjabat sebagai Gubernur DKI. Sebelum menjadi Gubernur DKI, Jokowi adalah wakilota Surakarta (Solo) selama dua priode, sejak 28 Juli 2005 sampai dengan 1 Oktober 2012.

Dua tahun menjabat sebagai walikota priode kedua, Jokowi bertarung dalam pemilihan Gubernur DKI bersama Basuki Tjahaya Purnama. Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI 12 Oktober 2012 sampai 16 Oktober 2016, kemudian Jokowi ikut bertarung dalam pemilihan presiden prioede 2019- 2024.

Priode pertama Jokowi berpasangan dengan Muhammad Yusuf Kalla, wakil presiden semasa SBY. Jokowi dan Yusuf Kalla dipercayakan memimpin negeri ini, terhitung 20 Oktober 2014 sampai dengan 20 Oktober 2019.

Priode kedua, Jokowi didampingi KH. H. Ma’ruf Amin, sebagai wakil Presiden yang dilantik 20 Oktober 2019 sampai dengan 20 Oktober 2024.

Indonesia yang sudah merdeka sejak 17 Agustus 1945, telah memiliki tujuh presiden dengan masa jabatan yang beragam, ada yang berumur lama sampai 31 tahun, namun ada juga yang tercepat hanya 1 tahun 5 bulan. (Bahtiar Gayo)

Editor :
Redaksi

Diskominfo (pelantikan ketua DPRA)
humas exspo
Komentar Anda