DIALEKSIS.COM | AS - Insiden penembakan yang melibatkan sejumlah tersangka dan mengakibatkan lima orang tertembak di Virginia State University memicu penutupan akses (lockdown) kampus pada Sabtu (15/8/2026) dini hari.
Peristiwa itu terjadi di dekat area Quad Annexes universitas, tempat polisi kampus dan petugas Chesterfield County menemukan lima orang menderita luka tembak di luar asrama kampus. Petugas merespons sesaat sebelum pukul 01.30 dini hari waktu setempat (ET) dan status lockdown dicabut sekitar pukul 09.00 pagi, menurut keterangan polisi wilayah setempat.
Kelima korban dilarikan ke rumah sakit; satu orang yang awalnya dilaporkan mengalami cedera yang mengancam jiwa kini tercatat dalam kondisi kritis, kata polisi wilayah. Korban lainnya mengalami cedera yang tidak mengancam jiwa, tambah polisi.
Dalam sebuah pernyataan, pihak universitas menyebutkan bahwa penembakan tersebut melibatkan "sejumlah tersangka." Pernyataan itu juga mengimbau masyarakat untuk menghindari area kejadian.
"Aparat penegak hukum masih bersiaga dalam jumlah besar di kampus seiring berlanjutnya penyelidikan atas penembakan pagi ini," ujar pihak universitas setelah status lockdown dicabut.
Kehadiran aparat penegak hukum terlihat mencolok di kampus pada Sabtu pagi. Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak (ATF) serta Kantor Sheriff Hanover County turut memberikan bantuan, menurut polisi wilayah.
Kepolisian Negara Bagian Virginia (Virginia State Police) mengarahkan pertanyaan kepada polisi setempat, yang disebut memimpin penyelidikan ini. Polisi wilayah dan pihak universitas menyatakan bahwa informasi lebih lanjut akan disampaikan kemudian pada hari itu.
Virginia State University adalah universitas yang secara historis melayani komunitas kulit hitam (Historically Black University) yang berlokasi di Ettrick, Virginia, sekitar 24 mil di selatan ibu kota negara bagian, Richmond. Universitas negeri ini memiliki sekitar 5.700 mahasiswa dan merupakan perguruan tinggi empat tahun pertama bagi warga kulit hitam Amerika yang didanai sepenuhnya oleh negara bagian. Sebagian besar mahasiswanya menempuh pendidikan sarjana (S1).
Penembakan ini terjadi tepat sebelum dimulainya tahun akademik di Virginia State. Menurut situs web universitas, asrama mahasiswa telah dibuka seminggu yang lalu, dan perkuliahan dijadwalkan dimulai pada hari Senin. Banyak mahasiswa baru saja menyelesaikan program orientasi "New Trojans Experience" bagi mahasiswa yang baru masuk. [cnbc]