Senin, 07 September 2026
Beranda / Berita / Dunia / AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Kuba, Krisis Listrik Makin Parah

AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Kuba, Krisis Listrik Makin Parah

Minggu, 06 September 2026 22:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Bendera Kuba dan AS. [Foto: huffingtonpost.co.uk]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali menjatuhkan sanksi terhadap Kuba. Kebijakan ini menyasar sejumlah individu dan perusahaan yang dinilai terkait dengan jaringan ekonomi keluarga Castro, di tengah krisis energi yang semakin parah di negara tersebut.

Salah satu pihak yang terkena sanksi adalah Fidel Ernesto Castro, cucu mantan Presiden Kuba Raúl Castro. AS juga menjatuhkan sanksi terhadap Abapet, perusahaan yang mengimpor peralatan dan suku cadang untuk menjaga jaringan listrik Kuba tetap beroperasi.

Pakar sanksi Brett Erickson menilai langkah tersebut menunjukkan upaya AS memperketat tekanan ekonomi terhadap Kuba. Menurutnya, sanksi dapat membuat pemerintah Kuba semakin sulit mendapatkan suku cadang penting sehingga biaya perawatan meningkat dan ekonomi kian tertekan.

Krisis listrik Kuba sendiri semakin memburuk. Pemadaman di sejumlah wilayah berlangsung berjam-jam hingga lebih dari sehari, akibat kondisi jaringan yang menua dan menipisnya pasokan bahan bakar.

Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodríguez mengecam sanksi tersebut sebagai bentuk hukuman kolektif yang dapat memperparah penderitaan warga sipil.

Sebaliknya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menuding elite pemerintahan Kuba memperkaya diri melalui penghindaran sanksi dan praktik ilegal. Ia menegaskan AS berkomitmen mendorong Kuba menjadi negara yang merdeka.[AP/abc news]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
pema - damai
dishub