DIALEKSIS.COM | Dunia - Para pejabat pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Kanada akan menyesali keputusannya untuk mengizinkan impor hingga 49.000 kendaraan listrik (EV) buatan Tiongkok, dan bahwa mobil-mobil tersebut tidak akan diizinkan masuk ke AS.
“Saya pikir mereka akan melihat kembali keputusan ini dan pasti menyesalinya karena telah membawa mobil-mobil Tiongkok ke pasar mereka,” kata Menteri Transportasi AS Sean Duffy pada hari Jumat (16/1/2026) dalam sebuah acara bersama pejabat pemerintah lainnya di pabrik Ford di Ohio untuk mempromosikan upaya membuat kendaraan lebih terjangkau.
Kanada pada tahun 2024 memberlakukan tarif 100 persen pada kendaraan listrik (EV) Tiongkok setelah bea masuk serupa yang diberlakukan AS. Namun pada hari Jumat, Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengumumkan kesepakatan perdagangan di Beijing yang akan mengizinkan masuknya hingga 49.000 kendaraan listrik (EV) Tiongkok dengan tarif 6,1 persen berdasarkan ketentuan perlakuan negara yang paling disukai (most-favoured-nation).
Langkah ini telah menimbulkan kekhawatiran di AS bahwa hal itu dapat membantu Tiongkok mendapatkan pijakan yang lebih luas di Amerika Utara bahkan ketika Washington mengambil sikap yang semakin keras terhadap kendaraan dan suku cadang Kanada.
Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer mengatakan jumlah kendaraan yang terbatas tersebut tidak akan berdampak pada perusahaan mobil AS yang mengekspor mobil ke Kanada.
“Saya tidak memperkirakan hal itu akan mengganggu pasokan Amerika ke Kanada,” katanya. “Mobil-mobil itu akan dikirim ke Kanada -- mereka tidak akan datang ke sini.”
Kedutaan Besar Kanada di Washington tidak segera memberikan komentar.
Sesuai dengan perjanjian perdagangan yang diumumkan di Beijing pada hari Jumat, Carney mengatakan dia memperkirakan China akan menurunkan tarif untuk biji canola pada tanggal 1 Maret menjadi sekitar 15 persen, turun dari 85 persen.
Sementara itu, Presiden Donald Trump mengatakan dia ingin produsen mobil Tiongkok datang ke AS untuk membangun kendaraan.
Namun, para anggota parlemen dari kedua partai besar AS telah menyatakan penentangan keras terhadap kendaraan buatan China karena para produsen mobil besar AS memperingatkan bahwa China merupakan ancaman bagi sektor otomotif AS. [Reuters/abc news]