Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman, NATO Intensifkan Komunikasi dengan Washington

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman, NATO Intensifkan Komunikasi dengan Washington

Minggu, 03 Mei 2026 15:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Pasukan Amerika Serikat saat meninggalkan negara Jerman. Foto: veteranstoday.com.


DIALEKSIS.COM | Internasional - NATO merespons keputusan Amerika Serikat yang akan menarik sekitar 5.000 personel militernya dari Jerman. Aliansi pertahanan itu kini meningkatkan komunikasi intensif dengan Washington untuk memahami rincian kebijakan tersebut.

Juru bicara NATO, Allison Hart, mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan Amerika Serikat, terutama terkait postur kekuatan militer AS di Eropa.

“Kami sedang bekerja sama dengan AS untuk memahami detail keputusan mereka mengenai postur kekuatan di Jerman,” kata Hart melalui platform X, Sabtu (2/5/2026), seperti dilansir Anadolu Agency.

Hart menilai keputusan itu menjadi sinyal bagi negara-negara Eropa agar tidak terus bergantung sepenuhnya pada kekuatan militer Amerika Serikat. Ia menekankan pentingnya peningkatan investasi pertahanan di kawasan untuk menjaga keamanan kolektif.

Menurut Hart, Eropa perlu mengambil peran lebih besar dalam tanggung jawab pertahanan. Meski demikian, NATO tetap meyakini kapasitas aliansi dalam mewujudkan “Eropa yang lebih kuat dalam NATO yang lebih kuat.”

Keputusan Pentagon menarik ribuan pasukan tersebut juga disebut tidak lepas dari memanasnya hubungan politik antara Presiden AS Donald Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Sebelumnya, Merz mengkritik strategi militer AS dalam konflik dengan Iran yang dinilai tidak memiliki “strategi keluar” yang jelas. Ia bahkan menyebut AS tengah “dipermalukan” oleh Iran dalam berbagai perundingan.

Menanggapi kritik itu, Trump menyatakan tengah mengevaluasi pengurangan kehadiran militer AS di Jerman. Pernyataan tersebut mencerminkan ketegangan di tubuh aliansi NATO, khususnya terkait perbedaan kebijakan terhadap Teheran.

Penarikan pasukan AS dari Jerman dinilai menjadi babak baru hubungan transatlantik pada 2026. Langkah itu juga memperkuat dorongan bagi negara-negara Eropa untuk mempercepat penguatan dan modernisasi kemampuan militer secara mandiri.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI