Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Dunia / Belasan Dokter Mengundurkan Diri di Mesir, Ini Alasannya

Belasan Dokter Mengundurkan Diri di Mesir, Ini Alasannya

Selasa, 26 Mei 2020 20:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Ilustrasi dokter. [Foto: Getty Images/ iStockphoto/ mirror.co.uk]


DIALEKSIS.COM | Kairo - Belasan dokter mengundurkan diri di Cairo, Mesir akibat ketiadaan peralatan perlindungan pribadi dan karantina yang membawa kematian kolega mereka.

Para dokter yang bekerja di Rumah Sakit Umum Al-Munira menyampaikan pengunduran diri mereka melalui surat yang diunggah di Facebook.

Pengunduran diri dokter juga terjadi di Rumah sakit Al Shorouk yang juga disampaikan secara tertulis sebagai protes atas perlengkapan perlindungan pribadi yang tidak memadai begitu juga tes COVID-19.

Sejak Maret lalu, sekitar 19 dokter warga Mesir meninggal akibat terinfeksi virus corona. Empat di antaranya meninggal dalam kurun waktu 24 jam yang lalu.

Sebanyak 350 dokter yang menjalani tes dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Dalam pernyataan bersama, para dokter mengatakan protokol yang kurang jelas tentang penanganan pasien yang mengalami gejala pernapasan dan penugasan dokter non-spesialis untuk mengobati pasien COVID-19 telah membuat virus itu menyebar di rumah sakit.

Direktur Rumah Sakit Umum Al-Munira, Ashraf Shafie mengatakan dia tidak menerima secara resmi pernyataan pengunduran diri para dokter.

"Tidak seorangpun mengajukan pengunduran diri, dan tidak akan ada yang mengajukan, dan itu hanya aksi di Facebook karena mereka mengalami kekosongan emosional," kata Shafie sebagaimana dilaporkan Middleeasteye.net, 25 Mei 2020.

Adapun Egyptian Medical Syndicate telah merilis pernyataan yang mengecam kekurangan perlengkapan perlindungan pribadi bagi para dokter.

Mesir melaporkan sekitar 17.200 kasus virus corona dan lebih dari 760 orang tewas sejak wabah menghantam negara itu pada Maret lalu.

Mesir menyediakan 17 rumah sakit untuk merawat pasien infeksi virus corona. Awal Mei lalu kapasitasnya sudah maksimal. (TEMPO)

Editor :
Sara Masroni

riset-JSI
Komentar Anda