Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Drone Hantam Hotel Diplomat di Baghdad, Irak Selidiki Pelaku

Drone Hantam Hotel Diplomat di Baghdad, Irak Selidiki Pelaku

Selasa, 17 Maret 2026 09:00 WIB

Font: Ukuran: - +


Serangan drone menggempur wilayah Baghdad, Irak. Foto: AFP


DIALEKSIS.COM | Internasional - Sebuah hotel yang kerap menjadi tempat menginap diplomat asing di kawasan Zona Hijau, Baghdad, Irak, menjadi sasaran serangan drone di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Kementerian Dalam Negeri Irak melaporkan insiden tersebut terjadi pada Senin (16/3). Dalam pernyataannya, pihak kementerian menyebut sebuah proyektil jatuh di atap Hotel Al Rasheed.

“Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan pada bangunan lain,” demikian keterangan resmi yang dikutip dari AFP.

Pihak berwenang Irak kemudian mengidentifikasi proyektil tersebut sebagai drone. Namun, hingga kini, otoritas masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap asal-usul dan pelaku serangan.

Sejumlah saksi mata mengaku melihat kobaran api di bagian atap hotel sesaat setelah insiden terjadi. Tak lama kemudian, aparat keamanan dikerahkan dalam jumlah besar untuk mengamankan lokasi. Tim pemadam kebakaran dan ambulans juga langsung diturunkan guna mengantisipasi dampak lanjutan.

Peristiwa ini terjadi tidak lama setelah pasukan Irak berhasil menggagalkan serangan roket yang menargetkan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad. Seorang pejabat pertahanan menyebut sistem pertahanan udara Irak mampu mencegat empat roket yang diluncurkan.

“Pasukan pertahanan udara berhasil menggagalkan serangan dengan empat roket,” ujar pejabat tersebut.

Ketegangan di Irak turut meningkat setelah kelompok milisi Khateeb Hizbullah mengumumkan tewasnya salah satu komandan senior mereka, Abu Ali Al Askari. Ia diketahui menjabat sebagai kepala keamanan sekaligus juru bicara kelompok tersebut.

Seorang pejabat pertahanan mengungkapkan Abu Ali tewas dalam serangan di Baghdad pada 14 Maret lalu.

Situasi keamanan di Irak semakin bergejolak seiring memanasnya konflik di kawasan, setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan intensif terhadap Iran sejak akhir Februari.

Sebagai balasan, Iran disebut menyerang sejumlah target Israel serta aset militer dan Kedutaan Besar Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Iran meyakini sejumlah pangkalan militer tersebut digunakan sebagai basis serangan terhadap wilayahnya.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI