Senin, 01 September 2025
Beranda / Berita / Dunia / Fashion Diplomacy Indonesia Menorehkan Sejarah Baru di Afrika Selatan

Fashion Diplomacy Indonesia Menorehkan Sejarah Baru di Afrika Selatan

Minggu, 31 Agustus 2025 09:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Fashion Diplomacy Indonesia Menorehkan Sejarah Baru di Afrika Selatan. [Foto: Humas Kemlu/KBRI Pretoria]


DIALEKSIS.COM | Afrika Selatan - Dalam rangkaian perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, industri fashion Indonesia kembali meneguhkan kiprahnya di panggung internasional. PT Sroja Warna Indonesia (SWI), perusahaan mode Tanah Air, meluncurkan serta memamerkan koleksinya dalam peragaan busana bertajuk “High-Tea Sroja Fashion Diplomacy” yang digelar di Wisma Duta RI Pretoria, bekerja sama dengan KBRI Pretoria dan Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) Johannesburg, Afrika Selatan pada pekan lalu.

Acara yang dibuka dengan penampilan Tarian Kelana Topeng oleh seniman Anton Prabowo ini dihadiri kalangan diplomatik wanita di Pretoria, anggota International Diplomatic Spouses Association (IDSA), serta pegiat mode Afrika Selatan.

Duta Besar RI Pretoria, Saud P. Krisnawan dalam sambutannya menekankan bahwa fashion tidak hanya sekadar ekspresi gaya, melainkan medium yang kuat dalam menyampaikan identitas, warisan, dan cerita bangsa. 

“Melalui brand Sroja, Kudung, dan BLEE, kita menghadirkan kisah dari tanah air dalam balutan sutra, busana modest wear, dan streetwear kontemporer yang memadukan tradisi dengan modernitas,” ujarnya.

Koleksi SWI yang menampilkan modest wear, streetwear kontemporer, dan busana muslimah modern, sukses memikat para tamu undangan. Tidak sedikit di antara mereka menyampaikan ketertarikan untuk memiliki koleksi tersebut.

Momentum penting lain ditorehkan pada 23 Agustus 2025, ketika SWI resmi membuka Consignment Store di The Style Loft, Nelson Mandela Square, Johannesburg. Peresmian dilakukan langsung oleh Duta Besar LBBP RI Pretoria yang menyebut langkah ini sebagai tonggak bersejarah bagi industri fashion Indonesia di Afrika Selatan.

General Manager SWI, Luthfian Zuhdi Haryadi, menyampaikan rasa bangganya karena impian menembus pasar internasional kini terwujud. Sementara itu, Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Pretoria, Starlet Y. Koenardi, menegaskan bahwa ekspansi SWI merupakan penanda babak baru diplomasi ekonomi kreatif Indonesia. 

“Ke depan, penetrasi akan terus diperluas ke Cape Town, Durban, dan bahkan ke negara lain di benua Afrika,” ungkapnya.

Kehadiran tokoh-tokoh terkemuka Afrika Selatan seperti Mrs. Tandiwe Fadane (Direktur Utama Asia Timur dan Oseania) dan Mrs. Sophia Williams-de Bruy (aktivis perempuan) semakin menegaskan bahwa fashion dapat menjadi instrumen diplomasi yang efektif, memperkuat hubungan bilateral Indonesia“Afrika Selatan melalui people-to-people contact.

Rangkaian kegiatan ini tidak hanya menandai ekspansi bisnis SWI, tetapi juga memperkokoh diplomasi kreatif Indonesia. Melalui fashion diplomacy, Indonesia menunjukkan kepada dunia bahwa warisan budaya dan kreativitas dapat menjadi jembatan yang elegan dalam mempererat hubungan antarbangsa. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

perkim, bpka, Sekwan
riset-JSI
pelantikan padam
17 Augustus - depot
sekwan - polda
damai -esdm
bpka