Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Iran Bakal Gelar Latihan Angkatan Laut Gabungan dengan China dan Rusia di Samudra Hindia

Iran Bakal Gelar Latihan Angkatan Laut Gabungan dengan China dan Rusia di Samudra Hindia

Minggu, 01 Februari 2026 12:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Kapal perang China, Iran, dan Rusia menggelar latihan militer gabungan di Teluk Oman pada tahun lalu. Foto:  dok. AFP


DIALEKSIS.COM - Internasinal - Iran berencana menggelar latihan angkatan laut gabungan bersama China dan Rusia pada pertengahan Februari mendatang di wilayah Samudra Hindia bagian utara. Informasi itu dilaporkan media Iran dan dikutip oleh sejumlah kantor berita asing.

Latihan yang disebut “Sabuk Keamanan Maritim” itu akan menjadi edisi kedelapan dari rangkaian manuver yang pertama kali diluncurkan pada 2019 atas inisiatif Angkatan Laut Iran. Sebelumnya, tujuh gelaran sudah berlangsung dengan beragam skala dan tujuan, mulai dari operasi pencarian-penyelamatan hingga latihan keamanan jalur maritim.

Menurut laporan, partisipan latihan tak hanya kapal-kapal dari Angkatan Laut reguler Iran tetapi juga unit maritim Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), disertai kapal-kapal dan unsur angkatan laut dari China serta Rusia. Lokasi yang dipilih berada di kawasan utara Samudra Hindia jalur pelayaran strategis yang menjadi perhatian global.

Gelaran kali ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Tehran dan Washington. Ketegangan memuncak setelah pernyataan Presiden AS yang menyebut adanya “armada besar” yang bergerak menuju Iran, disertai imbauan agar Iran kembali ke meja perundingan. Tehran menanggapi retorika itu dengan peringatan bahwa setiap serangan akan memicu respons cepat dan menyeluruh namun tetap menyatakan kesiapan berdialog asalkan syarat yang disebut adil dan tidak memaksa dipenuhi.

Analis keamanan memandang latihan trilateral ini sebagai dua hal sekaligus: upaya Iran memperkuat kapabilitas maritim dan sinyal politik yang menunjukkan solidaritas militer antara Tehran, Beijing, dan Moskow. Bagi Iran, latihan semacam ini juga menjadi sarana pamer kemampuan serta penguatan posisi negosiasinya di tengah tekanan luar.

Sejauh ini belum ada konfirmasi rinci soal jumlah kapal, durasi tepat latihan, atau langkah-langkah koordinasi yang akan diterapkan. Pihak-pihak terkait biasanya mengumumkan detail teknis melalui kantor media resmi masing-masing menjelang pembukaan manuver.

Sementara itu, dunia maritim dan pelayaran internasional akan mengamati perkembangan ini dengan cermat: setiap aktivitas militer berskala besar di jalur pelayaran strategis berpotensi berdampak pada keamanan kapal dagang dan kestabilan rute energi global. Dalam beberapa tahun terakhir, latihan trilateral serupa telah menimbulkan perhatian internasional, terutama ketika ketegangan kawasan berbarengan dengan gangguan navigasi seperti gangguan sinyal atau insiden lain.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI