Senin, 22 Juni 2026
Beranda / Berita / Dunia / Iran Peringatkan Trump: Jaga Ucapan, Militer Kami Siap Merespons

Iran Peringatkan Trump: Jaga Ucapan, Militer Kami Siap Merespons

Minggu, 21 Juni 2026 23:50 WIB

Font: Ukuran: - +

Kepala negosiator sekaligus Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. Foto: wanaen.com


DIALEKSIS.COM | Washington - Kepala negosiator sekaligus Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan di tengah berlangsungnya perundingan damai antara Washington dan Teheran.

Ghalibaf menegaskan, angkatan bersenjata Iran siap merespons setiap ancaman maupun tindakan yang dilakukan Amerika Serikat terhadap negaranya.

“Sebaiknya mereka berhati-hati dengan pernyataan mereka. Angkatan bersenjata kami siap menanggapi dengan cara yang berbeda. Apa pun yang mereka katakan, kamilah yang bertindak,” kata Ghalibaf dalam pernyataannya di media sosial X, Minggu (21/6).

Ia menilai ancaman Trump tidak memiliki pengaruh bagi Iran. Menurut Ghalibaf, justru Amerika Serikat yang kini berada dalam posisi membutuhkan jalan damai, bukan Iran.

“Tidakkah mereka berpikir bahwa jika ancaman mereka berpengaruh, mereka tidak akan sampai pada keadaan putus asa seperti sekarang? Kami tidak memperhitungkan ancaman Amerika,” tulisnya, seperti dikutip AFP.

Pernyataan Ghalibaf itu merespons unggahan Trump di platform Truth Social pada Minggu. Dalam unggahannya, Trump mengancam akan kembali menyerang Iran jika Teheran tidak segera menghentikan aktivitas kelompok milisi Hizbullah Lebanon.

“Iran harus segera menghentikan PROKSI mereka yang dibayar mahal di Lebanon agar tidak menimbulkan masalah. Jika tidak, kami akan menyerang Iran dengan sangat keras lagi, seperti yang kami lakukan pekan lalu, bahkan lebih keras lagi!!!” tulis Trump.

Ancaman tersebut muncul saat Hizbullah dan Israel masih terlibat baku tembak intens, meski Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati langkah damai. Dalam nota kesepahaman yang diteken pada Rabu (17/6), seluruh pertempuran, termasuk di Lebanon, harus dihentikan. Masing-masing pihak beserta sekutunya juga dilarang menggunakan kekerasan terhadap satu sama lain.

Pernyataan Trump juga disampaikan ketika delegasi Amerika Serikat dan Iran tengah berunding di Swiss untuk membahas teknis pelaksanaan kesepakatan damai.

Menurut kantor berita Iran, Fars, ancaman Trump membuat delegasi Iran menangguhkan pembicaraan. Sementara kantor berita IRNA melaporkan, para delegasi Iran meninggalkan lokasi perundingan setelah bertemu dengan perwakilan Qatar yang bertindak sebagai salah satu mediator.

Namun, seorang diplomat yang mengetahui jalannya perundingan mengatakan kepada AFP bahwa Iran belum menarik diri dari negosiasi.

“Delegasi Iran tetap terlibat dalam pembicaraan dan belum mengindikasikan kepada para mediator niat untuk pergi,” kata diplomat tersebut, yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Ketegangan baru ini menunjukkan rapuhnya proses damai antara Washington dan Teheran. Di satu sisi, kedua negara berupaya menjaga jalur diplomasi tetap terbuka. Namun di sisi lain, perang pernyataan dan eskalasi di Lebanon berpotensi mengganggu implementasi kesepakatan yang baru saja dicapai.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
dishes