Beranda / Berita / Dunia / Jadi Pusat COVID-19, Kematian di Mexico City Tembus 8.000

Jadi Pusat COVID-19, Kematian di Mexico City Tembus 8.000

Selasa, 26 Mei 2020 13:02 WIB

Font: Ukuran: - +

Ilustrasi

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Ibukota Meksiko, Mexico City, mencatat 8.072 kematian lebih banyak dalam lima bulan pertama tahun ini daripada rata-rata dari periode yang sama selama empat tahun terakhir.,

Penemuan itu merupakan hasil analisis para peneliti independen, yaitu pengembang perangkat lunak Mario Romero Zavala dan konsultan ekonomi Laurianne Despeghel.

Menurut data dari para peneliti yang diterbitkan Senin (25/5/2020), tingginya angka kematian tersebut kemungkinan disebabkan oleh wabah virus corona (COVID-19) yang mematikan yang berasal dari Wuhan, China.

Para peneliti mengatakan, setidaknya telah ada 39.173 orang yang meninggal tahun ini hingga 20 Mei. Mereka mengumpulkan data itu dari basis data online sertifikat kematian di Mexico City. Sementara selama empat tahun sebelumnya, mereka hanya menghitung rata-rata 31.101 kematian selama periode yang sama, menggunakan database yang sama.

"Penghitungan resmi kematian di Mexico City akibat virus corona hanya mewakili lebih dari 20% dari "kematian tambahan/excess mortality" dalam penelitian ini dibandingkan kondisi normal, yang disebabkan oleh krisis kesehatan masyarakat," jelas mereka sebagaimana dilaporkan Reuters.

Lebih lanjut, para peneliti mengatakan bahwa excess mortality sulit untuk dihitung di Meksiko karena data terbaru tentang kematian dari lembaga statistik nasional masih dari tahun 2018.

Despeghel mengatakan analisis itu hanya langkah pertama untuk mengukur dampak virus. Namun ia tidak mengatakan itu bisa memastikan sebab sebenarnya dari kematian-kematian tersebut.

"Meski mempelajari excess deaths (excess mortality) memungkinkan kita untuk mengidentifikasi tingkat kematian yang lebih tinggi selama krisis COVID-19, itu tidak cukup untuk menghubungkannya secara langsung atau semata-mata dengan virus," katanya.

Para pejabat kesehatan Meksiko hanya melaporkan 1.655 kematian akibat COVID-19 di Mexico City sejauh ini. Sementara kematian akibat COVID-19 secara nasional sebanyak 7.394 kasus. Namun demikian, mereka juga mengakui bahwa angka kematian sebenarnya bisa jadi lebih tinggi. Sayangnya hal itu sulit dibuktikan akibat tingkat pengujian yang rendah di negara ini.

Sementara menurut sebuah tinjauan Reuters terhadap data dari 13 rumah duka di Mexico City, diketahui bahwa tingkat excess mortality akibat virus corona pada minggu pertama Mei bisa setidaknya 2,5 kali lebih tinggi dari angka kematian yang dilaporkan pemerintah selama periode itu.

Menurut Worldometers, per Selasa pagi ini Meksiko memiliki 71.105 kasus corona. Di mana angka kematian nasionalnya mencapai 7.633 kasus dan 49.890 orang sembuh. (Im/CNBCIndonesia)

Keyword:


Editor :
Im Dalisah

riset-JSI
Komentar Anda