Beranda / Berita / Dunia / Kali Ini Iran Kembali Uji Rudal, Tembakan ke Arah Samudera Hindia

Kali Ini Iran Kembali Uji Rudal, Tembakan ke Arah Samudera Hindia

Minggu, 17 Januari 2021 17:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Iran kembali luncurkan rudal balistik dalam latihan militer (Fars News Agency/FNA)


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Korps Garda Revolusi Iran menguji coba rudal balistik yang diarahkan pada di arah Samudera Hindia dalam sebuah latihan militer.

Tembakan dilakukan saat mereka menyelesaikan latihan dua hari, seperti dilaporkan situs resmi mereka yang dikutip AFP.

Rudal dari "berbagai kelas" menargetkan "kapal perang musuh dan menghancurkannya dari jarak 1.800 kilometer (1.125 mil)," menurut situs Sepahnews, Sabtu (16/1).

Rudal itu ditembakkan dari Iran tengah ke sasaran yang terletak di utara Samudra Hindia, kata Garda itu. Sebuah video yang dirilis oleh televisi pemerintah menunjukkan dua rudal diluncurkan dan menyasar target di laut.

Kepala staf angkatan bersenjata Iran Mayjen Mohammad Bagheri hadir pada hari kedua latihan. Ia mengawasi latihan bersama dengan kepala Pengawal Mayor Jenderal Hossein Salami dan komandan kedirgantaraan Brigadir Jenderal Amirali Hajizadeh.

"Salah satu tujuan utama kami dalam kebijakan dan strategi pertahanan adalah dapat menargetkan kapal musuh, termasuk kapal induk dan kapal perang, dengan menggunakan rudal balistik jarak jauh," kata Salami.

Bagheri mengatakan peluncuran itu menunjukkan Iran siap untuk menanggapi setiap "niat buruk" oleh musuh-musuhnya. Ia pun memperingatkan bahwa dalam kasus-kasus seperti itu, "mereka akan menjadi sasaran dan dihancurkan oleh rudal kami".

"Kami tidak berniat melakukan serangan apapun," katanya.

Ia menyebut latihan itu hanya untuk menunjukkan kesiapan Iran mempertahankan diri terhadap serangan manapun.

Latihan militer itu juga menampilkan serangan pesawat tak berawak (drone) pada sistem pertahanan rudal. Lantas serangan diikuti dengan peluncuran rentetan rudal balistik permukaan-ke-permukaan "generasi baru".

Latihan perang dilakukan bersamaan dengan meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat di hari-hari terakhir pemerintahan Presiden Donald Trump [cnnindonesia].

Itu adalah latihan militer ketiga Iran dalam waktu kurang dari dua minggu setelah latihan angkatan laut di Teluk Oman pada Rabu dan Kamis, dan latihan drone militer pada 5-6 Januari.

Latihan tersebut dimulai dua hari setelah Iran menandai peringatan pembunuhan komandan Pengawal Qasem Soleimani, yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di Irak pada Januari tahun lalu [cnnindonesia]. 

Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda