Jum`at, 06 November 2026
Beranda / Berita / Dunia / Kongres Paraguay Tolak Pengunduran Diri Presiden Santiago Pena, Pemakzulan Berlanjut

Kongres Paraguay Tolak Pengunduran Diri Presiden Santiago Pena, Pemakzulan Berlanjut

Jum`at, 06 November 2026 11:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Seorang jurnalis menyaksikan televisi saat Presiden Santiago Pena mengumumkan pengunduran dirinya di Asuncion, Paraguay, pada 5 November 2026. [Foto: AFP]


DIALEKSIS.COM | Paraguay - Kongres Paraguay menolak pengunduran diri Presiden Santiago Pena dan tetap melanjutkan proses pemakzulan terhadap dirinya menyusul krisis keuangan yang melibatkan Ueno Bank, lembaga perbankan digital yang mengalami kebangkrutan.

Pena, yang menjabat sejak 2023, mengajukan pengunduran diri pada Kamis (5/11/2026) setelah jutaan nasabah Ueno Bank dilaporkan kehilangan akses ke rekening mereka. Ia beralasan keputusan tersebut diambil demi menjaga stabilitas negara dan melindungi institusi demokrasi.

Namun, langkah itu tidak mendapat persetujuan parlemen. Majelis Rendah justru memberikan suara 78-0 untuk memakzulkan Pena. Sementara itu, Senat mulai menjalankan proses pemakzulan dan memanggil sang presiden untuk memberikan keterangan pada Jumat (6/11/2026).

Sidang gabungan Kongres yang membahas pengunduran diri Pena bahkan kehilangan kuorum setelah anggota Partai Colorado, partai pendukung pemerintah, meninggalkan ruang sidang. Situasi tersebut memperlihatkan bahwa pengunduran diri presiden tidak akan diterima.

Mantan Presiden Paraguay sekaligus tokoh Partai Colorado, Horacio Cartes, juga menyatakan dukungannya terhadap proses pemakzulan. Ia menegaskan tidak boleh ada pembiaran terhadap dugaan penyalahgunaan dana publik, swasta, maupun dana pensiun.

Kebangkrutan Ueno Bank Picu Krisis Politik

Krisis politik ini bermula setelah bank sentral Paraguay mengungkapkan bahwa rasio solvabilitas Ueno Bank berada di bawah ketentuan hukum. Hasil koreksi pembukuan menunjukkan modal bank tersebut bahkan kurang dari separuh batas minimum yang diwajibkan.

Sebelum mengalami kebangkrutan, Ueno Bank mengklaim memiliki sekitar tiga juta nasabah di Paraguay, negara dengan populasi sekitar 6,5 juta jiwa. Bank tersebut juga mengelola dana publik hampir 850 juta dollar AS.

Kebangkrutan itu berdampak luas, termasuk membuat nasabah kesulitan mengakses simpanan dan dana pensiun yang disalurkan melalui bank tersebut. Bank sentral kemudian mengambil langkah penyelesaian dengan mengalihkan sisa dana ke lembaga keuangan lain.

Namun, otoritas moneter Paraguay turut mendapat sorotan karena dinilai gagal melakukan pengawasan secara memadai. Kepala bank sentral, Carlos Carvallo, bahkan telah mengundurkan diri.

Pena Dituding Memiliki Konflik Kepentingan

Posisi Pena semakin tertekan setelah muncul tuduhan konflik kepentingan. Ia diketahui pernah memiliki saham di Grupo Vazquez, perusahaan induk Ueno Bank, meskipun mengaku telah menjual kepemilikannya pada 2025.

Sejumlah anggota parlemen mempertanyakan kemungkinan adanya kelalaian dan upaya menutupi kondisi keuangan bank sebelum akhirnya dinyatakan bangkrut.

Jaksa Agung Paraguay telah memerintahkan tiga penyelidikan pidana terkait kasus tersebut. Penyelidikan mencakup pengawasan terhadap Ueno Bank serta penempatan dana publik di lembaga keuangan itu.

Pena menyatakan siap bekerja sama dengan penyidik. Ia juga berharap proses penyelesaian dapat menjamin pengembalian dana nasabah, melindungi dana publik, serta memastikan mekanisme penjaminan simpanan berjalan.

Penolakan pengunduran dirinya berpotensi memperberat konsekuensi hukum yang dihadapi. Berdasarkan ketentuan di Paraguay, mantan presiden umumnya memperoleh status senator seumur hidup beserta kekebalan hukum tertentu. Namun, hak tersebut tidak berlaku apabila presiden diberhentikan melalui proses pemakzulan.

Jika Pena akhirnya diberhentikan, Wakil Presiden Pedro Alliana diperkirakan akan menggantikannya sebagai presiden.

Hingga berita ini ditulis, pihak Ueno Bank belum memberikan pernyataan resmi terkait kebangkrutan tersebut. [Reuters/Aljazeera]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI