Beranda / Berita / Dunia / Korsel Temukan Varian Baru Corona, 2 Kasus Dari Kunjungan Inggris

Korsel Temukan Varian Baru Corona, 2 Kasus Dari Kunjungan Inggris

Selasa, 05 Januari 2021 21:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Korsel mencatat tambahan dua kasus baru mutasi virus corona dari Inggris. (Foto: AP/Ahn Young-joon)


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Korea Selatan mengonfirmasi tambahan dua kasus mutasi baru virus corona dari orang yang baru tiba dari Inggris pada Selasa (5/1). Sehingga total infeksi varian baru Covid-19 di Negeri Ginseng menjadi 12 kasus.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mengatakan kedua orang itu datang dari Inggris pada tanggal terpisah, yakni 13 dan 20 Desember. Mereka telah dipastikan terpapar varian baru virus corona. 

Dilansir kantor berita Yonhap, Selasa (5/1), keduanya dinyatakan positif terpapar virus setelah mendarat dan segera dikarantina. Tapi pihak berwenang menuturkan mereka tidak dapat mengesampingkan bahwa ada kemungkinan potensi penularan ke penumpang lain dalam penerbangan yang sama.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan varian baru itu disebut sebagai VOC202012/01 dan diidentifikasi melalui pengurutan genom virus.

Analisis awal menunjukkan varian itu dapat lebih mudah menyebar hingga 70 persen di antara manusia daripada virus asli. Korsel sendiri telah mendeteksi sebagian besar varian baru Covid-19 sejak akhir tahun lalu.

Sebelumnya, Korsel telah mengumumkan bahwa untuk sementara waktu mereka akan melarang semua penerbangan dari Inggris hingga Kamis.

KDCA juga mengatakan akan melakukan tes lebih lanjut, yang dikenal sebagai urutan generasi berikutnya (next-generation sequencing) terhadap orang-orang yang datang dari Inggris dan Afrika Selatan.

Metode ini memberikan cara yang efektif untuk mengidentifikasi strain baru Covid-19 dan patogen lain tanpa sepengetahuan organisme sebelumnya.

Menurut KDCA, Korsel mencatat 715 kasus baru pada Selasa, termasuk 672 infeksi lokal. Sehingga total kasus virus corona di negara itu menjadi 64.979 [cnnindonesia].

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda