Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Dunia / Kroasia Beri Batas Waktu Pada Israel Untuk Penjualan Jet Tempur Buatan AS

Kroasia Beri Batas Waktu Pada Israel Untuk Penjualan Jet Tempur Buatan AS

Sabtu, 05 Januari 2019 14:35 WIB

Font: Ukuran: - +

Foto: Jacl Guez/AFP/Getty Images

DIALEKSIS.COM | Kroasia - Kroasia telah mendesak Israel untuk mengatasi perselisihan yang jarang terjadi dengan Amerika Serikat dan untuk mengonfirmasi bahwa pihaknya dapat melanjutkan kesepakatan untuk menjual 12 jet tempur buatan Amerika.

Kementerian Pertahanan Kroasia mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka membutuhkan jawaban dari Israel pada 11 Januari atau pesanan $ 500 juta negara Balkan untuk selusin pesawat F-16 akan dibatalkan.

Israel membuat kesepakatan tentatif untuk menjual pesawat tempur F-16 Barak yang ditingkatkan ke Kroasia pada bulan Maret sambil menunggu persetujuan AS karena mengizinkan jet-jet itu pergi ke pihak ketiga.

Kesepakatan itu mengalami masalah setelah Departemen Luar Negeri AS mengisyaratkan bahwa Israel perlu menanggalkan pembaruan yang ditambahkan setelah Israel menerima pengiriman pesawat dari AS sekitar 30 tahun lalu.

Israel meningkatkan jet dengan sistem elektronik dan radar yang canggih, yang sangat penting dalam keputusan Kroasia untuk membeli pesawat dari Israel daripada dari AS.

"Jika pesawat tidak sesuai dengan apa yang telah kami sepakati, kesepakatan itu tidak akan dilakukan dan kami akan memiliki tawaran pembelian lain," kata ketua parlemen Kroasia, Gordan Jandrokovic, kepada AFP.

Hubungan antara administrasi Trump dan Israel telah sangat dekat, terutama pada masalah pertahanan. Namun penjualan jet ke Kroasia tampaknya merupakan pengecualian.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertemu pada hari Selasa di Brasil tetapi tidak menyetujui cara untuk mengakhiri kebuntuan.

"Kami mengharapkan sikap final dan jelas dari Israel dan Amerika Serikat tentang masalah ini dan kemudian kami akan membuat keputusan akhir," kata Perdana Menteri Kroasia Andrej Plenkovic.

Menteri Pertahanan Kroasia Damir Krsticevic mengatakan Kamis bahwa Israel memberikan jaminan selama proses penawaran kontrak bahwa para pejabat AS akan menyoroti penjualan tersebut.

Kontroversi atas tawaran tersebut telah memicu seruan untuk pengunduran diri menteri pertahanan.

Kesepakatan itu merupakan pembelian tunggal militer terbesar Kroasia karena terpisah dari federasi Yugoslavia selama perang 1991-95.

Anggota NATO Kroasia menghadapi perlombaan senjata mini dengan sekutu Rusia Serbia, yang baru-baru ini menerima enam jet tempur MiG-29 Rusia. (News Agencies/Al Jazeera)

Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda