Kamis, 01 Oktober 2026
Beranda / Berita / Dunia / PBB Rilis Daftar 214 Perusahaan Global yang Terlibat Pendudukan Ilegal Israel di Tepi Barat

PBB Rilis Daftar 214 Perusahaan Global yang Terlibat Pendudukan Ilegal Israel di Tepi Barat

Kamis, 01 Oktober 2026 11:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Gambar bendera logo PBB, di New York City, Amerika Serikat. Foto: Getty Images/NICOLAS MAETERLINCK


Baca artikel CNBC Indonesia "PBB Rilis Perusahaan Terlibat Genosida Israel di Gaza, Siapa Saja?" selengkapnya di sini: https://www.cnbcindonesia.com/news/20250702114104-4-645534/pbb-rilis-perusahaan-terlibat-genosida-israel-di-gaza-siapa-saja


Download Apps CNBC Indonesia sekarang https://app.cnbcindonesia.com/


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kantor Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) secara resmi merilis daftar perusahaan dari 11 negara yang teridentifikasi memiliki keterkaitan dengan aktivitas permukiman ilegal Israel di wilayah Palestina.

Laporan terbaru dari OHCHR tersebut mengungkap sebanyak 214 entitas bisnis yang terlibat dalam berbagai aktivitas yang mendukung pendudukan Israel di Tepi Barat. Perusahaan-perusahaan ini diketahui beroperasi melintasi berbagai sektor strategis, mulai dari pertanian, transportasi, penyimpanan, pengelolaan limbah, energi, makanan, hingga industri perhotelan dan telekomunikasi.

"Dari 214 perusahaan yang terdaftar, 200 di antaranya berkontribusi terhadap dampak negatif pada hak-hak rakyat Palestina dalam menentukan nasibnya sendiri," urai laporan PBB tersebut seperti dirangkum dari CNN Indonesia, Kamis (1/10/2026).

Lebih lanjut, PBB menegaskan bahwa setidaknya terdapat 14 perusahaan yang memiliki kaitan langsung dengan dampak buruk dari pendudukan dan penggusuran paksa warga Palestina tersebut.

Keterlibatan korporasi ini dinilai memperpanjang penderitaan warga sipil Palestina yang lahannya terus dicaplok oleh pemukim ilegal Israel. Beberapa korporasi multinasional raksasa turut masuk dalam daftar ini, termasuk platform pariwisata asal Amerika Serikat dan Eropa seperti Airbnb, Booking.com, Expedia, dan TripAdvisor, hingga raksasa teknologi Motorola. Mayoritas dari daftar tersebut didominasi oleh perusahaan-perusahaan asal Israel, disusul oleh perusahaan dari negara lain seperti Prancis, Spanyol, Inggris, China, dan Afrika Selatan.

Berikut adalah daftar 214 perusahaan yang diidentifikasi PBB terkait dengan permukiman ilegal Israel di Tepi Barat:

Perusahaan Internasional & Multinasional: Amerika Serikat: Airbnb Inc., Booking Holdings Inc., Expedia Group Inc., TripAdvisor Inc., Motorola Solutions Inc., Friends of Ir David, Hayovel Inc., Re/Max Holdings Inc.

Belanda: Booking.com B.V.

China: Adama Ltd., Fosun International Ltd.

Prancis: Egis, Egis Rail.

Spanyol: Construcciones y Auxiliar de Ferrocarriles S.A. (CAF), Salvat Logistica S.A., Ingeniería y Economía del Transporte S.M.E. M.P, S.A. (Ineco).

Inggris: Greenkote P.L.C., J.C. Bamford Excavators Ltd.

Afrika Selatan: Absoluteskin Cosmetics (Pty) Ltd.

Luksemburg: Altice International Ltd.

Meksiko: Orbia Advance Corp Sab de CV.

Jerman: Heidelberg Materials AG.

Perusahaan Berbasis di Israel:

(Meliputi sektor perbankan, konstruksi, telekomunikasi, energi, hingga agrikultur)

Perbankan & Keuangan: Bank Hapoalim Ltd., Bank Leumi Le-Israel Ltd., Bank of Jerusalem Ltd., First International Bank of Israel Ltd., Israel Discount Bank Ltd., Mercantile Discount Bank Ltd., Mizrahi Tefahot Bank Ltd.

Telekomunikasi & Teknologi: Bezeq, Cellcom Israel Ltd., Hot Mobile Ltd., Hot Telecommunication Systems Ltd., Matrix IT Ltd., Partner Communications Company Ltd., Pelephone Communications Ltd., Yes TV and Communications Services Ltd.

Konstruksi, Infrastruktur & Real Estate: Ackerstein Industries, Africa Israel Investment, Ashtrom Group, Danya Cebus, Electra Group, Mayer's Cars and Trucks, Mekorot Water Company, Minrav Group, Shapir Engineering and Industry, Shikun & Binui, Z.M.H. Hammerman.

Transportasi & Logistik: Dan Public Transportation, Egged Transportation, Electra Afikim, Israel Railways Corporation, Kavim Public Transportation, Superbus Transportation, Taavura Holdings.

Energi & Utilitas: Delek Group, Dor Alon Energy, Energix-Renewable Energies, Paz Retail and Energy, Sonol Israel.

Agrikultur, Makanan & Minuman: Adama Agricultural Solutions, Ahava (Dead Sea Laboratories), Angel Bakeries (Salomon A. Angel), B. Gaon Holdings, Carmel Corp, Delta Galil Industries, Givot Olam Chicken Farm, Rami Levi Chain Stores, Shufersal, Tnuva Central Co-operative, serta berbagai perkebunan anggur (Winery) seperti Arza, Gush Etzion, Jerusalem, Psagot, Shilo, dan Teperberg.

Serta ratusan perusahaan lokal Israel lainnya yang bergerak di bidang keamanan, pengolahan limbah, hingga industri manufaktur yang beroperasi di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Laporan ini diharapkan menjadi rujukan bagi komunitas internasional dalam memantau aliran dana dan operasi bisnis yang menyalahi hukum internasional serta melanggar hak asasi manusia di wilayah pendudukan Palestina.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI