Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Dunia / Perdebatan Sengit Warnai Pembukaan Sidang Pemakzulan Trump

Perdebatan Sengit Warnai Pembukaan Sidang Pemakzulan Trump

Rabu, 22 Januari 2020 17:31 WIB

Font: Ukuran: - +

Ketua tim Manajer DPR AS yang bertindak sebagai penuntut, Adam Schiff. Foto: AF


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Memasuki sidang Pemakzulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, perdebatan sengit terjadi antara pihak Senat yang dikuasai Republik dengan pihak Demokrat yang menuntut Trump untuk dimakzulkan.

Perdebatan itu terjadi karena Senat menolak permintaan Demokrat untuk mendatangkan lagi saksi untuk dimintai keterangan dalam sidang.

Ketua tim Manajer DPR AS yang bertindak sebagai penuntut, Adam Schiff mejelaskan, mengapa mereka butuh pemanggilan saksi untuk bukti baru dan para pembantu Trunp untuk bersaksi.

"Kami siap DPR memanggil John Bolton, DPR memanggil Mick Mulvaney. Mari kita mulai persidangan ini," kata Schiff seperti dilansir AFP, waktu setempat.

"Kami siap untuk mengajukan kasus kami, kami siap memanggil saksi kami. Pertanyaanya adalah, apakan Anda (Senat) akan membiarkan kami," imbuhnya.

Hal itu diungkapkannya, menyikapi Senat AS yang telah berulang kali menolak Demokrat untuk mengamankan bukti baru dalam pemakzulan Trump, guna melindungi Trump.

Menanggapi hal tersebut, Pemimpin Mayoritas Senat AS Mitch McConnell mementahkan setiap upaya Demokrat guna mengubah aturan yang disikapinya.

"Struktur dasar yang sudah kami tawarkan pada dasarnya adil dan tertangani dengan baik," ucap McConnell.

Menyangkal pernyataan McConnell, Schiff mengatakan bahwa aturan yang dibuat McConnell 'tidak masuk akal', dan karena sejak awal sudah didesain untuk menyembunyikan bukti penting.

"Bahkan kebanyakan orang Amerika tidak percaya akan ada pengadilan yang adil," tukas Schiff.

"Ini jelas-jelas kemunduran. Sidang tanpa dilengkapi bukti," imbuhnya.

Diketahui, hari pertama persidangan berfokus kepada aturan yang telah dipetakan oleh McConnell untuk persidangan, kemudian tiga hari dengan waktu delapan jam diagendakan mendengarkan argumen oleh manajer Pemakzulan dari pihak Demokrat, dan tiga hari kemudiannya penyampaian pendapat dari Tim Hukum Trump.

Setelah itu, satu hari sisanya menjadi hari pertanyaan dari 100 senator yang berfungsi sebagai Juri.

Namun demikian, berdasarkan peraturan McConnell pihaknya akan menpertimbangkan proposal untuk memanggil saksi dan mencari dokumen internal dari administrasi Trump.

Trump yang berada di Davos, Swiss untuk mengikuti Forum Ekonomi Dunia, mengatakan pemakzulan terhadapnya merupakan hoaks dan sangat memalukan.

"Di Davos kami bertemu dengan para pemimpin dunia, orang terpenting di Bumi ini , dan berharap membawa bisnis yang bagus, sementara yang lain hanya melakukan hoaks dan itu memalukan," tukas Trump.

Dapat diketahui, Trump dimakzulkan pada 18 Desember ketika DPR memilih untuk secara resmi mendakwanya dengan tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dengan secara ilegal dengan mencari bantuan Ukraina untuk kampanya pemilihannya kembali.

Ia dituduh meminta bantuan ke Ukraina untuk menekan Kiyv menginvestigasi mantan wakil presiden Joe Biden, yang merupakan pesaingnya dalam pemilihan presiden 2020 dari partai demokrat.

Tak hanya itu, Trump juga didakwa melakukan penghalangan karena menahan saksi dan dokumen dari investigasi pemakzulan DPR dengan menentang panggilang pengadilan kongres. (Im/mediaindonesia)



Editor :
Im Dalisah

riset-JSI
Komentar Anda