Jum`at, 07 Agustus 2026
Beranda / Berita / Dunia / Profesor Termuda Kulit Hitam Cambridge Jason Arday Mundur, Tersandung Dugaan Plagiarisme

Profesor Termuda Kulit Hitam Cambridge Jason Arday Mundur, Tersandung Dugaan Plagiarisme

Kamis, 06 Agustus 2026 19:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Universitas Cambridge. [Foto: Dok Schoters]


DIALEKSIS.COM | London - Jason Arday mengundurkan diri dari jabatannya sebagai profesor sosiologi di Universitas Cambridge di tengah penyelidikan baru terkait kualifikasi akademik dan perjalanan kariernya.

Arday, yang pada 2023 menjadi profesor kulit hitam termuda dalam sejarah Cambridge, mengumumkan pengunduran dirinya yang berlaku seketika dari posisi profesor sekaligus fellow di Jesus College.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui Good Law Project, Arday mengatakan tekanan akibat tuduhan dan sorotan publik selama berbulan-bulan telah berdampak besar terhadap dirinya dan keluarganya.

"Saya membutuhkan waktu untuk memulihkan diri. Saya akan kembali," tulisnya.

Pengunduran diri itu diumumkan hanya beberapa jam setelah Universitas Cambridge menyatakan menerima "informasi baru" mengenai kualifikasi dan penunjukan kehormatan Arday. Kampus tersebut akan membuka penyelidikan baru yang terpisah dari peninjauan dugaan pelanggaran akademik yang sebelumnya telah berlangsung.

Nama Arday belakangan menjadi sorotan setelah muncul tuduhan plagiarisme dalam disertasi doktoral, publikasi ilmiah, serta sejumlah klaim terkait perjalanan kariernya.

Namun, Liverpool John Moores University, kampus yang menganugerahkan gelar doktornya pada 2015, sebelumnya telah menyelidiki tuduhan tersebut dan menyimpulkan tidak ada pelanggaran. Pihak kampus menyebut temuan yang ada hanya berupa kesalahan yang wajar dan tidak disengaja.

Pada Juni lalu, Cambridge juga sempat membela Arday. Universitas menyebut tuduhan plagiarisme terhadap tesis dan publikasi ilmiahnya telah diperiksa oleh institusi terkait dan jurnal akademik, serta tidak terbukti.

Meski begitu, Cambridge kini membuka penyelidikan baru setelah menerima informasi tambahan. Pihak kampus belum menjelaskan detail informasi tersebut, sementara Jesus College juga mengumumkan penyelidikan terpisah.

Sejumlah tuduhan terhadap Arday sebelumnya dilontarkan oleh akademisi asal Amerika Serikat Nathan Cofnas. Selain dugaan plagiarisme, beberapa klaim Arday tentang kehidupan pribadinya, termasuk soal maraton dan penggalangan dana amal, juga ikut dipertanyakan.

Dalam wawancara dengan The Times, Arday mengakui ada kesalahan akademis, tetapi menolak disebut sebagai pembohong atau pelaku kecurangan akademik. Ia juga menduga upaya menjatuhkannya dari jabatan dilatarbelakangi motif rasial.

Arday menegaskan pengunduran dirinya bukan akhir dari karier akademiknya. Menurutnya, menjadi profesor di Cambridge merupakan kehormatan terbesar dalam hidupnya, namun sorotan yang terus berlangsung membuatnya memilih mundur untuk sementara. [Aljazeera, AFP]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI