Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Dunia / Rumah Sakit Darurat Corona di China Ditutup, Staf Medis Rayakan Lepas Masker

Rumah Sakit Darurat Corona di China Ditutup, Staf Medis Rayakan Lepas Masker

Minggu, 15 Maret 2020 14:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Perayaan staf medis di Wuhan lepas masker usai RS darurat ditutup. (Foto: Chinatopix via AP)


DIALEKSIS.COM | Wuhan - Viral sebuah video di media sosial soal para pekerja medis di Wuhan, China, yang membuka masker bedah mereka sebagai perayaan rumah sakit darurat ditutup. Video ini muncul beberapa hari setelah kantor berita China, Xinhua, melaporkan bahwa dua rumah sakit darurat di Wuhan ditutup karena kasus virus corona Covid-19 di sana menurun.

"Batch terakhir yang terdiri dari 49 pasien keluar dari rumah sakit sementara Wuchang pada pukul 3:30 pagi hari Selasa," tulis kantor berita China, Xinhua, dikutip dari Newsweek pada Minggu (15/3/2020).

Mengutip Business Insider, Wuhan sebelumnya sudah membangun dua rumah sakit pada awal Februari yang keduanya dilakukan dalam beberapa minggu. Video viral yang sudah ditonton lebih dari tiga juta kali ini memperlihatkan para pekerja medis memasang senyum di wajah mereka saat membuka masker

Sebelumnya para ahli meyakini wabah virus corona dimulai sejak akhir Desember lalu. China menjadi salah satu negara yang sudah berjuang cukup panjang dengan virus corona Covid-19, termasuk melakukan karantina pada puluhan juta orang.

Para staf medis di China tanpa lelah melawan virus corona Covid-19 ini. Bahkan sebagian di antaranya sampai ada yang harus memakai popok, dan mengurangi waktu pribadinya. Ribuan dokter yang menangani pasien virus corona Covid-19 di China juga dilaporkan terinfeksi virus tersebut.

Maka dari itu, pekerja medis yang berjuang melawan virus corona Covid-19 siang dan malam di Wuhan merayakan penutupan rumah sakit sementara terakhir di Wuhan. Menurut laporan 12 Maret oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), di provinsi Hubei, Wuhan, hanya ada delapan kasus baru yang dilaporkan dalam 24 jam terakhir, dibandingkan dengan laporan 1 Maret sebanyak 570 kasus dikonfirmasi hanya dalam satu hari.

Sebelumnya para ahli meyakini wabah virus corona dimulai sejak akhir Desember lalu. China menjadi salah satu negara yang sudah berjuang cukup panjang dengan virus corona Covid-19, termasuk melakukan karantina pada puluhan juta orang.

Para staf medis di China tanpa lelah melawan virus corona Covid-19 ini. Bahkan sebagian di antaranya sampai ada yang harus memakai popok, dan mengurangi waktu pribadinya. Ribuan dokter yang menangani pasien virus corona Covid-19 di China juga dilaporkan terinfeksi virus tersebut.

Maka dari itu, pekerja medis yang berjuang melawan virus corona Covid-19 siang dan malam di Wuhan merayakan penutupan rumah sakit sementara terakhir di Wuhan. Menurut laporan 12 Maret oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), di provinsi Hubei, Wuhan, hanya ada delapan kasus baru yang dilaporkan dalam 24 jam terakhir, dibandingkan dengan laporan 1 Maret sebanyak 570 kasus dikonfirmasi hanya dalam satu hari.

Editor :
Zulkarnaini

Berita Terkait
    dalimi
    utu lebaran
    Komentar Anda
    hendri budian