DIALEKSIS.COM | Moskow - Serangan Rusia terhadap infrastruktur energi Ukraina menyebabkan ratusan ribu rumah tangga kehilangan pasokan listrik. Di sisi lain, serangan drone Ukraina dilaporkan merusak fasilitas industri di wilayah Nizhny Novgorod, Rusia.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan, serangan Rusia sepanjang malam menghantam infrastruktur kelistrikan di empat wilayah. Akibatnya, ratusan ribu rumah tangga terdampak pemadaman listrik.
"Intensitas serangan sangat tinggi, dan pihak Rusia berupaya memanfaatkan semaksimal mungkin kekurangan pencegat rudal balistik," tulis Zelenskyy melalui Telegram, Minggu (1/11/2026).
Dia juga mengklaim Ukraina telah menyerang Pabrik Kamensky di wilayah Rostov, Rusia. Fasilitas tersebut disebut terlibat dalam produksi rudal Rusia. Namun, Moskow belum memberikan tanggapan terkait laporan serangan tersebut.
Sementara itu, Gubernur Nizhny Novgorod Gleb Nikitin melaporkan serangan drone Ukraina dalam skala besar menyebabkan kerusakan signifikan pada sebuah fasilitas industri. Meski demikian, pemerintah setempat tidak mengungkap identitas fasilitas yang menjadi sasaran.
Wilayah tersebut diketahui menjadi lokasi kilang minyak NORSI, salah satu kilang terbesar di Rusia. Pemerintah daerah bahkan mengimbau masyarakat membeli bahan bakar sesuai kebutuhan dan menghindari pembelian panik.
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menjatuhkan 235 drone Ukraina sepanjang malam. Sebaliknya, angkatan udara Ukraina menyebut berhasil menembak jatuh 371 dari total 433 drone Rusia yang diluncurkan sejak Sabtu malam.
Di tengah eskalasi tersebut, gencatan senjata lokal selama enam hari di sekitar Oleshky masih berlangsung hingga hari terakhirnya. Namun, pertempuran di wilayah lain tetap berlanjut.
Ukraina menyatakan mendukung gencatan senjata menyeluruh yang mencakup sektor energi. Namun, Kyiv menuding Moskow belum bersedia menyepakatinya. Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak menyebut serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia turut memperburuk ketidakseimbangan pasar bahan bakar global dan memengaruhi harga. [reuters/cnbc]