Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Sam Altman Akui Kesalahan, OpenAI Tak Laporkan Pelaku Penembakan Massal di Kanada

Sam Altman Akui Kesalahan, OpenAI Tak Laporkan Pelaku Penembakan Massal di Kanada

Sabtu, 25 April 2026 18:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Sam Altman, salah satu pendiri dan CEO OpenAI, memberikan kesaksian di hadapan komite Senat di Capitol Hill di Washington, DC, pada Mei 2025 [Foto: dok. Jose Luis Magana/AP Photo]


DIALEKSIS.COM | AS - CEO Sam Altman menyampaikan permintaan maaf setelah perusahaannya, OpenAI, gagal melaporkan aktivitas daring mencurigakan seorang remaja yang kemudian terlibat dalam salah satu penembakan massal paling mematikan di Kanada.

Pelaku, Jesse Van Rootselaar (18), melakukan aksi penembakan di Tumbler Ridge pada 10 Februari, yang menewaskan delapan orang. Korban termasuk anggota keluarganya sendiri serta lima siswa sekolah menengah di komunitas terpencil tersebut.

Setelah melakukan aksinya, Rootselaar meninggal akibat luka tembak yang dilakukan sendiri. Dalam catatan, ia diketahui pernah menggunakan layanan ChatGPT dan sempat terdeteksi melakukan penyalahgunaan yang berkaitan dengan potensi kekerasan.

OpenAI mengungkapkan bahwa akun milik pelaku telah ditandai secara internal sejak Juni tahun sebelumnya karena penggunaan yang mengarah pada aktivitas berbahaya. Akun tersebut kemudian ditangguhkan, namun perusahaan tidak melaporkan temuan itu kepada pihak berwenang karena dinilai belum memenuhi ambang ancaman yang “kredibel atau segera”.

Dalam surat yang dibagikan kepada publik dan juga diterima oleh Perdana Menteri British Columbia, David Eby, Altman mengakui bahwa keputusan tersebut merupakan kesalahan.

“Saya sangat menyesal kami tidak memberi tahu penegak hukum mengenai akun yang diblokir tersebut. Kata-kata tidak akan pernah cukup, tetapi permintaan maaf ini penting untuk mengakui kehilangan yang tidak dapat tergantikan,” tulis Altman.

Ia juga menegaskan komitmen perusahaan untuk memperkuat kerja sama dengan pemerintah guna mencegah tragedi serupa di masa depan. Permintaan maaf ini muncul setelah pemerintah daerah menyampaikan kekecewaan atas tidak adanya peringatan dini dari pihak perusahaan teknologi tersebut.

Altman mengungkapkan bahwa dalam komunikasinya dengan pejabat setempat, termasuk Wali Kota Tumbler Ridge, ia mendengar langsung kemarahan dan duka mendalam dari masyarakat. Ia pun menyampaikan belasungkawa kepada seluruh komunitas yang terdampak.

“Tidak ada seorang pun yang seharusnya mengalami tragedi seperti ini. Kehilangan nyawa, terlebih anak-anak, adalah sesuatu yang tidak terbayangkan,” ujarnya. [jp-Aljazeera]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI