Beranda / Berita / Dunia / Selama 10 Hari Terakhir Ramadhan, Saudi Buka Masjidil Haram

Selama 10 Hari Terakhir Ramadhan, Saudi Buka Masjidil Haram

Jum`at, 30 April 2021 18:30 WIB

Font: Ukuran: - +

[FOTO: REUTERS]


DIALEKSIS.COM | Dunia - Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah mengumumkan pada Kamis (29/4) bahwa Masjidil Harom dan Masjid Nabawi akan dibuka untuk jamaah yang ingin melakukan Qiyam Al-Layl atau sholat malam selama 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Jamaah harus mendaftar melalui aplikasi Tawakkalna dan Eatmarna untuk bisa melakukan sholat malam di Masjidil Haram.

Selain mendaftar melalui aplikasi tersebut, syarat lain yang juga harus dipatuhi adalah vaksinasi. Artinya hanya jamaah sholat yang sudah melakukan vaksin yang diizinkan melakukan Qiyam al-Layl di Masjidil Harom dan Masjid Nabawi.

Kementerian Kehakiman, Kesehatan, Pendidikan, Penjaga Perbatasan, Pertahanan Udara dan Garda Nasional Saudi, telah mulai membuat daftar orang-orang yang belum menerima vaksin, untuk melindungi mereka dan orang-orang di sekitar mereka dari potensi infeksi saat bekerja.

Saudi dan ekspatriat di Kerajaan terus menerima suntikan Covid-19. Hingga kini, sebanyak 8.969.167 orang yang telah mendapatkan vaksinasi.

Pada Kamis, Arab Saudi melaporkan 11 kematian terkait Covid-19, sehingga total jumlah kasus kematoan akibat virus tersebut mencapai 6.946 orang. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga melaporkan 1.026 kasus baru, yang berarti 416.307 orang kini telah tertular penyakit tersebut, dengan 9.852 kasus aktif dan 1.312 di antaranya dalam kondisi kritis.

Menurut Kemenkes, 441 kasus baru yang tercatat berada di Riyadh, 233 di Makkah, 133 di Provinsi Timur dan 33 di Madinah. Selain itu, 1.055 pasien telah pulih dari penyakit tersebut, sehingga totalnya menjadi 399.509 pemulihan.

Arab Saudi sejauh ini telah melakukan 16.838.619 uji reaksi berantai polimerase (PCR), dengan 63.731 telah dilakukan dalam 24 jam terakhir.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda