Logo Dialeksis - Masker
utu pangdam
Beranda / Berita / Dunia / Sengketa Dagang Cina-Australia Makin Memanas

Sengketa Dagang Cina-Australia Makin Memanas

Rabu, 21 Oktober 2020 11:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Ilustrasi bendera Cina dan Australia. [Foto: Ist.]

DIALEKSIS.COM | Australia - Cina berencana meningkatkan sengketa dagang dengan Australia. Industri kapas Australia menyatakan pabrik-pabrik Cina diperintahkan untuk tidak memproses impor Australia. Laporan atas tindakan itu terjadi di tengah pembatasan pada batubara dan komoditas pertanian Australia lainnya di Cina.

Industri kapas Australia bernilai sekitar $ 565 juta per tahun. Selama ini Cina merupakan pelanggan terbesar negeri kanguru itu, walau muncul kekhawatiran para petani kapas menjadi korban dari perang dagang yang semakin memanas.

Adam Kay, kepala eksekutif Cotton Australia, sebuah organisasi perdagangan terkemuka, meyakini larangan impor produk Australia ke Cina telah tersebar luas. "Sebagian besar pabrik yang kita ajak bicara terkena dampak. Ini mengkhawatirkan kami karena sekitar 65 persen dari hasil panen Australia benar-benar masuk ke Cina saat ini. Hubungan dagang yang sangat menguntungkan itu terancam bahaya menjadi suatu kekhawatiran yang nyata."

Hubungan bilateral kedua negara semakin memburuk dalam beberapa tahun terakhir.  Tidak diketahui arah dan akan dibawa ke mana hubungan Australia dengan mitra dagang terbesarnya itu, namun sengketa perdagangan tersebut semakin meruncing. (VoA Ind)

Editor :
Indri

BPMA pangdam
riset-JSI
Komentar Anda
syamsul rizal hari guru