DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pemerintah mendorong percepatan program hilirisasi ayam terintegrasi untuk mengatasi ketimpangan produksi perunggasan nasional yang masih didominasi Pulau Jawa. Saat ini, sekitar 63 persen produksi ayam nasional terkonsentrasi di wilayah tersebut, sementara kebutuhan protein hewani di luar Jawa terus meningkat.
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Makmun, menegaskan bahwa keterlibatan BUMN bukan untuk menguasai pasar, melainkan menjaga keseimbangan dan memperkuat peran negara.
“Pemerintah tidak ingin menguasai, tetapi harus hadir. Melalui BUMN, kita ingin menciptakan keseimbangan dan meningkatkan kapasitas negara dalam mendukung sektor perunggasan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima pada Jumat (30/1/2026).
Menurut Makmun, program hilirisasi ini juga diarahkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan peternak rakyat. Dalam jangka panjang, kebijakan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan konsumsi protein hewani, khususnya bagi anak-anak. [in]