DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Aceh resmi meluncurkan Sekolah Tani, Ternak, dan Nelayan sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kapasitas masyarakat di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan pada Minggu (4/10/2026).
Kegiatan launching tersebut berlangsung hari ini di Limo Farm, Lamreung, Ulee Kareng, Banda Aceh. Kegiatan dihadiri langsung oleh Ketua DPW PKS Aceh Ismunandar, S.T, Ketua Bidang Peternak dan Nelayan DPW PKS Aceh Zulfikar Aziz, S.E. Owner Limo Farm Afdal kesuma serta masyarakat setempat
Ketua DPW PKS Aceh, Ismunandar, S.T., menyampaikan bahwa sektor pertanian, peternakan, dan perikanan memiliki peran penting dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat Aceh. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian.
Menurutnya, Sekolah Tani, Ternak, dan Nelayan tidak hanya diarahkan sebagai ruang pembelajaran, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun jejaring dan berbagi pengalaman antara pelaku usaha, pendamping, serta masyarakat.
Sementara itu, Ketua Bidang Peternak dan Nelayan DPW PKS Aceh, Zulfikar Aziz, S.E., mengatakan program tersebut diharapkan dapat memberikan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Kami ingin sekolah ini menjadi ruang belajar bersama. Masyarakat dapat memperoleh pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung dalam usaha tani, peternakan, maupun perikanan,” ujarnya.
Owner Limo Farm, Afdal, turut menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Limo Farm sebagai lokasi kegiatan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan praktik dan pengalaman pengelolaan usaha peternakan kepada masyarakat.
Melalui peluncuran Sekolah Tani, Ternak, dan Nelayan ini, DPW PKS Aceh berharap lahir lebih banyak masyarakat yang memiliki kemampuan dan pengetahuan dalam mengembangkan potensi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Program tersebut juga diharapkan dapat menjadi salah satu ruang kolaborasi untuk memperkuat sektor ekonomi produktif masyarakat Aceh sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang tertarik dan mampu mengembangkan usaha di bidang tani, ternak, dan nelayan. [*]