DIALEKSIS.COM | Lhoksukon - Sebanyak 11.490 metrik ton crude palm oil (CPO) asal Aceh diberangkatkan menuju India melalui Pelabuhan Umum Krueng Geukueh, Kabupaten Aceh Utara. Pengiriman ini melibatkan dua kapal tanker dan menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan ekspor komoditas unggulan daerah.
Dua kapal yang digunakan dalam pengapalan tersebut yakni Kapal Yong Sheng You 36 dengan muatan 7.300 MT CPO dan Kapal Stolt Sea yang membawa 4.190 MT. Kedua kapal bertolak pada 10 Februari 2026 pukul 02.00 WIB dan diperkirakan tiba di India dalam waktu 15 hingga 20 hari perjalanan.
Kegiatan ekspor ini merupakan kerja sama antara PT Pelindo SPMT Branch Lhokseumawe selaku operator pelabuhan dan PT Aceh Makmur Bersama sebagai pemilik barang. Proses pemuatan dilakukan dengan sistem “pipe to pipe”, yakni transfer langsung dari pipa penyimpanan ke kapal tanker guna meningkatkan efisiensi serta menjaga keamanan muatan.
Branch Manager Pelindo SPMT Branch Lhokseumawe, Aulia Rahman, mengatakan pihaknya memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar operasional pelabuhan internasional.
“Kami memberikan layanan operasional 24 jam penuh untuk mendukung kelancaran pengapalan. Proses dilakukan dengan pengawasan teknis yang ketat agar kapal dapat berangkat tepat waktu,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (20/2/2026).
Sementara itu, Site Manager PT Aceh Makmur Bersama, Tarmizi, menyebut ekspor ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan menjaga pasar internasional tetap terbuka bagi CPO asal Aceh.
“Kami berupaya menjaga kualitas dan konsistensi suplai agar CPO Aceh tetap dipercaya di pasar global. Harapannya, manfaatnya dapat dirasakan hingga ke tingkat petani sawit,” katanya.
Deputy Branch Manager Operasi dan Teknik Pelindo SPMT Branch Lhokseumawe, Taufik Rahmat Nasution, menambahkan bahwa penguatan layanan kepelabuhanan terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan sektor maritim daerah.
“Pelabuhan Krueng Geukueh siap menjadi pintu keluar berbagai komoditas unggulan Aceh lainnya. Kami terus meningkatkan fasilitas dan sistem operasional agar daya saing logistik semakin kuat,” ujarnya. [*]